KAJEN – Sedikitnya 354.680 warga Kabupaten Pekalongan
bergantung pada sektor Industri Kecil Menengah (IKM) batik. Hal itu disampaikan
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi melalui Asisten Pemerintahan Dan Kesra
Sekda, Ali Riza dalam sambutan pada acara Launching Desa Wisata Batik Gemah
Sumilir, di Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa (18/4). Desa Wisata Batik
Gemah Sumilir didukung dana corporate
social responsibility (CSR) Bank Central Asia (BCA) dalam bentuk bantuan
infrastruktur dan pelatihan.
Ali
Riza menyebutkan, jumlah IKM batik di Kota Santri sebanyak 12.475 dan menyerap
88.670 tenaga kerja. Oleh karena itu, pihaknya mewakili Pemkab Pekalongan
mengucapkan terima kasih kepada BCA yang telah memilih Kota Santri dalam
penyaluran CSR untuk mengembangkan Desa Wisata Batik.
“Banyaknya warga
Kabupaten Pekalongan yang bergantung pada sektor IKM Batik, BCA tidak salah
jika memilih Kabupaten Pekalongan. Terima kasih kepada BCA dan sukses untuk
Gemah Sumilir,” tutur Ali Riza.
Komisaris
BCA, Cyrillus Harinowo dalam sambutannya menunjukkan batik yang dipesan pihak
BCA pada rekan-rekan Gemah Sumilir pada tahun 2014 lalu dan memakan waktu 2
tahun mulai desain hingga pengiriman. Batik menjadi seragam karyawan BCA dari
Banda Aceh hingga Jaya Pura untuk 35.000 karyawan seluruh Indonesia.
“Kami
sangat berterima kasih kepada rekan-rekan Gemah Sumilir untuk bisa
merealisasikan seragam ini dan kami memakainya dengan bangga,” ungkap Cyrillus.
Gemah
Sumilir mendapatkan bantuan dana CSR dari BCA serta pelatihan untuk
pengembangan Desa Wisata. Desa lainnya yang juga dibantu dana CSR BCA yakni
Desa Wisata Goa Pindul, di Gunung Kidul. Saat ini, Karang Taruna yang dibantu memperoleh
pendapatan sekitar Rp. 600 juta per bulan dan saat ini ada 10 operator di Goa
Pindul, dengan pendapatan mencapai Rp. 4 miliar per bulan. Desa Wayang, yakni
Desa Wukirsari di Imogiri dan Desa Pentingsari, di lereng gunung Merapi.
“Kami
juga sedang mengembangkan Desa Wisata di Belitung dan Banyuwangi,” imbuh
Cyrillus.
Cyrillus
berharap pengembangan IKM batik di Kabupaten Pekalongan bisa dikombinasikan
dengan desa wisata.
“Terlebih dengan adanya jalan tol yang akan melintasi
wilayah Kabupaten Pekalongan nantinya, akan menarik minat banyak orang untuk
berkunjung ke Kabupaten Pekalongan untuk berwisata di desa wisata dan
berbelanja batik,” ujar Cyrillus.
Pihak
Koperasi Serba Usaha (KSU) Gemah Sumilir, yang diwakili Sunoto Seno,
mengucapkan terima kasih kepada BCA yang selalu membimbing pemuda karang taruna
yang tergabung dalam wadah Gemah Sumilir untuk memajukan ekonomi kerakyatan
serta Pemkab Pekalongan yang selalu mensupport
keberadaan Desa Wisata Batik Gemah Sumilir. Gemah Sumilir merupakan wadah
bagi warga Kabupaten Pekalongan untuk memajukan perekonomian daerah.
“Kami
berharap bantuan pemikiran dari semua pihak untuk pengembangan Desa Wisata
Batik Gemah Sumilir,” ujarnya. Sunoto Seno dalam kesempatan tersebut mengajak
kepada seluruh perajin batik dan warga Kabupaten Pekalongan pada umumnya untuk
maju bersama kaya bersama.
Hadir
dalam acara tersebut, manajemen BCA, Kapolres Pekalongan, Kepala Dinperindagkop
UKM, , Sekretaris Dinporapar, Bappeda, camat se-Kabupaten Pekalongan, para
perajin batik, pengelola Desa Wisata Batik Gemah Sumilir, dan tamu undangan
lainnya.
Launching
ditandai dengan pengguntingan rangkaian melati oleh pihak BCA dilanjutkan
dengan tinjauan ke Desa Wisata Batik Gemah Sumilir yang sebelumnya dilakukan
tukar-menukar cindera mata dari pihak BCA, Gemah Sumilir dan Pemkab Pekalongan.
Pihak BCA dalam acara tersebut juga memberikan bantuan 1 unit komputer dan
printer untuk operasional desa wisata.
Tags:
Warta Kajen
