Penelitian ini dilakukan pada 200 siswa baru yang tinggal di
asrama. Menurut para ilmuwan, mahasiswa baru ini lebih rentan terhadap
gejala stres karena mereka berada dalam tahap transisi kehidupan.
Psikolog melakukan tes untuk menentukan tingkatan masing-masing
siswa yang mengalami gejala-gejala stres. Tes ini dilakukan dalam waktu
tiga bulan. Hasil menunjukkan bahwa suasana hati siswa sebagian besar
bergantung kepada emosional teman sekamar mereka.
Seperti dikutip Genius Beauty, para siswa dengan teman
sekamar yang menderita stres, cenderung menderita hal yang sama.
Begitupun sebaliknya, siswa yang memiliki teman sekamar dengan sikap
positif, juga memiliki pandangan lebih optimistis terhadap kehidupan.
Tags:
Info Sehat