Nilai Ekspor Tahun 2012 di Kabupaten Pekalongan Meningkat

Nilai ekspor di Kabupaten Pekalongan meningkat dari Rp. 253.697.298.462,- pada tahun 2011, menjadi Rp. 291.530.956.605,94 tahun 2012. Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si belum lama ini.
Bupati menuturkan, pembangunan urusan perindustrian dan perdagangan dianggarkan sebesar Rp. 2.000.000.000,-, terealisasi 83,07 persen. Dilaksanakan melalui program peningkatan dan pengembangan pengelolaan keuangan daerah; perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan; peningkatan sarana dan prasarana pasar tradisional; peningkatan dan pengembangan ekspor; peningkatan kemampuan teknologi industri; peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri; peningkatan kapasitas iptek sistem produksi; dan pengembangan industri kecil dan menengah.
“Jumlah usaha industri tahun 2012 mengalami peningkatan 0,63 persen dibanding tahun 2011, semula 32.066 unit usaha menjadi 32.268 unit usaha,” tuturnya.
Tenaga kerja mengalami kenaikan sebesar 1,46 persen, semula 180.754 orang menjadi 183.602 orang. Kemudian jumlah investasi mengalami kenaikan 15,97 persen dari Rp. 1.000.762.612.000,- menjadi Rp. 1.169.045.721.550,-. Adapun nilai produksi naik 11,04 persen dari Rp. 4.024.355.117.000,- menjad  Rp. 4.542.487.500.500,-.
“Pada tahun 2012 jumlah industri berdasarkan skala industri meningkat dibanding tahun 2011. Untuk industri besar 10 unit dari semula 9 unit, industri menengah 4.839 unit dari semula 4.783 unit, industri kecil 8.892 unit dari semula 8.837 unit, sedangkan industri rumah tangga 18.527 unit dari semula 18.437 unit,” terang Bupati.
Sementara itu, pembangunan urusan ketransmigrasian dianggarkan Rp. 90.000.000 terealisasi 81,32 persen. Dilaksanakan melalui program pengembangan wilayah transmigrasi, Penempatan transmigran tahun 2012 sejumlah 4 KK turun dibanding tahun 2011 sejumlah 25 KK dengan lokasi di Kabupaten Toli-Toli Provinsi Sulawesi Tengah.
“Menurunnya jumlah transmigran ini karena berkurangnya minat masyarakat dalam mengikuti program transmigrasi terkait dengan lokasi daerah tujuan transmigrasi yang belum sepenuhnya sesuai dengan harapan masyarakat sebagaimana kriteria 4L (layak huni, layak usaha, layak berkembang, dan layak lingkungan) serta turunnya target alokasi jumlah transmigran dari pusat sebesar 80 persen dari tahun 2011,” tegas Bupati.(Sumber:Humaskab.Pekalongan)
Lebih baru Lebih lama