KAJEN – Kasus balita tewas mengenaskan kembali terjadi di Kota Santri.
M Farhat Faukhan (5), warga Dukuh Kulon Kali, Desa Krandegan,
Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, ditemukan tidak bernyawa
di bawah jendela kamar tidurnya, Selasa (14/5).
Sekitar pukul 06.30, korban diminta berangkat ke sekolah oleh
neneknya. Namun, korban tidak mau dan masuk ke dalam kamar. Setelah
itu, nenek dan kakek korban pergi ke kebun. Namun, nenek korban
mengunci pintu rumah agar korban tidak keluyuran saat keduanya
bekerja. Sedangkan, kedua orang tua korban, Mustofa (32) dan
Suprihatin (25), sudah berangkat bekerja di Pekalongan.
Sekitar pukul 08.30, tetangga korban bernama Khariza (20), akan
menjemur pakaian di halaman rumahnya melihat tubuh korban tergeletak
di samping rumah di bawah jendela kamar tidur. Khariza langsung
memberitahu kejadian itu kepada tetangga yang lain. Korban pun
dilarikan ke Puskesmas Paninggaran, namun sesampainya di puskesmas
korban menghembuskan nafas terakhirnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan luka lecet di leher sebelah
kiri sepanjang 5 cm. Diduga, korban terjatuh dari jendela saat akan
keluar kamar. “Diduga korban akan keluar rumah melalui jendela karena
pintu rumah dikunci. Saat itulah, korban terpeleset dan terjatuh dari
jendela,” terang Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Margono SH.
Sebelumnya, seorang balita berusia 11 bulan, Anan, ditemukan tewas
mengambang di kolam ikan berukuran 2 meter X 1,5 meter, dengan
kedalaman 40 cm di samping kiri teras rumahnya di Desa Watupayung,
Kecamatan Kesesi, belum lama ini. Putra pasangan Taryadi (38) dan
Casmuni (33) ini tengah bermain di teras rumah bersama nenaknya,
Daryanah (53). Diduga saat momong cucunya ini, Daryanah mengantuk dan
tertidur. Saat itulah, balita malang ini bermain hingga akhirnya
tenggelam di kolam ikan.
Tags:
Warta Kajen