KPK Dapat Dokumen Penting dari Sri Mulyani

KPK Dapat Dokumen Penting dari Sri MulyaniKomisi Pemberantasan Korupsui (KPK) mendapat beberapa dokumen dari mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait penyidikan kasus bailout Bank Century.  Dokumen-dokumen itu merupakan dokumen penting, yang belum pernah terungkap sebelumnya di publik.
Selain dokumen, diungkapkan Ketua KPK, Abraham Samad, pihaknya juga mendapat keterangan yang menjanjikan dari Sri Mulyani. Bahkan bernilai sempurna untuk membongkar kasus Century lebih luas. Terutama untuk menyeret Wakil Presiden, Boediono yang dikabarkan ikut berandil dalam penggelontoran dana talangan sebesar Rp 6,7 triliun tersebut.
"Tapi keterangan ini akan menjadi keterangan yang sangat berguna kalau didukung keterangan tersangka Budi Mulya," kata Abraham kepada wartawan.
Menindaklanjuti itu juga, penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Sekretaris Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) Raden Pardede, hari ini, Senin (27/5/2013). Mantan anak buah Sri Mulayani itu dimintai keterangan guna pendalaman penyidikan.
Sebelumnya, Abraham juga menegaskan adanya peran Wakil Presiden Boediono dalam pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) ke Bank Century pada 2008. Selaku Gubernur Bank Indonesia saat itu, katanya, Boediono tentu mengerti soal pemberian FPJP tersebut.
"Kalau peran, Pak Boediono pastilah ada dalam pemberian FPJP. Selaku Gubernur Bank Indonesia yang tentunya tahu, tentu mengerti soal pemberian FPJP," kata Abraham. Hal itu juga disinyalir menjadi modal awal KPK mendalami keterlibatan Boediono.
Untuk diketahui, pada berita ini, Tribunnews.com, belum mendapat tanggapan resmi dari Wakil Presiden Boediono.(sumber:Tribunnews)
Lebih baru Lebih lama