"Saya dari Jawa Tengah sendirian," kata Warsiah. Nenek tua renta ini ke DPR mengadukan tanahnya yang diserobot aparat di tempat tinggalnya Dukuh Gebanganom Desa Kebondalem Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
"Tanah saya diserobot dari tahun 1997," katanya. Menurut dia luas tanah yang diserobot mencapai 8.000 meter persegi. "Diserobot lurah dan aparat," kata dia lalu menghapus air matanya.
Tanah seluas itu merupakan lahan penghasilannya dulu untuk ditanami jagung dan pisang. "Sekarang saya tidak bisa apa-apa," katanya.
Bertahun-tahun lamanya nenek yang hidup sebatang kara ini mengadukan nasibnya ke Pemda Batang namun tidak juga diperhatikan. Oleh karena itu dia memberanikan diri ke DPR seorang diri mengadukan nasibnya, jauh-jauh dari Jawa Tengah.
"Kenapa saya diperlakukan seperti ini. Harusnya mereka mendukung rakyat," kata dia.
Warsiah kini hidup seorang diri. Suaminya meninggal dan tidak memiliki keturunan.
Datang memperjuangkan haknya di Jakarta merupakan pilihan pahit baginya untuk menuntut keadilan meskipun tidak memiliki tempat tinggal di ibukota.
"Saya nanti tidur di masjid, atau di pinggir jalan," kata dia. Dia berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib rakyat kecil seperti dirinya. "Kami memohon keadilan," katanya.(sumber:Tribunnews)
Tags:
Nasional