KAJEN - Ibarat
tubuh, agar tahan terhadap berbagai macam penyakit haruslah daya imunitasnya
ditingkatkan, salah satu upayanya dengan vaksinasi. Dalam perspektif sosial
kemasyarakatan ada tiga penyakit sosial yang sangat besar dampak negatifnya
yaitu kemiskinan, ketidaktahuan serta keterbelakangan beradaban. Untuk itu,
cara menaikkan daya tahan (imunitas) sosial agar terhindar dari tiga penyakit
sosial tersebut adalah dengan pendidikan. Demikian sambutan Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan RI Muhammad Nuh yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan Drs. H.
Amat Antono, Msi dalam acara Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2013
Kabupaten Pekalongan di alun-alun utara Kajen (2/5/13).
Hari Pendidikan Nasional Tahun
2013 ini mengambil tema ‘Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan’. Hal ini
merupakan cerminan dari jawaban terhadap tantangan, persoalan dan harapan
seluruh masyarakat dalam menyiapkan genefrasi yang lebih baik. Akses pendidikan
dipengaruhi oleh ketersediaan satuan pendidikan dan keterjangkauan dari sisi
pembiayaan. “Untuk itu, pemerintah terus berupaya antara lain pengiriman guru
melalui program Sarjana Mendidik di
daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS), Bantuan Siswa Miskin (BSM), Bidik Misi dan Beasiswa. Pada Tahun 2013 ini
telah disiapkan anggaran Rp.7,8 trilyun untuk BSM”, ujar Mendikbud.
Ditambahkan Mendikbud, sebagai
bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan, mulai tahun pelajaran
2013/2014 akan diterapkan kurikulum 2013 untuk jenjang pendidikan dasar dan
menengah secara bertahap dan terbatas. Bertahap berarti kurikulum tidak
diterapkan di semua kelas di setiap jenjang tetapi hanya di kelas 1 dan kelas 4
untuk jenjang SD dan kelas 7 untuk SMP, serta kelas 10 untuk SMA dan SMK.
Terbatas diartikan bahwa jumlah sekolah yang melaksanakannya disesuaikan dengan
tingkat kesiapan sekolah.
“Kurikulum 2013 ini dirancang untuk
menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan dan
sikap secara utuh. Hal ini penting dalam rangka antisipasi kebutuhan kompetensi
abad 21 dan menyiapkan generasi emas 2045”, jelas Mendikbud.
Dalam kesempatan ini, diberikan
pula beberapa penghargaan Bantuan Beasiswa kepada Abel Liana Putri dan Firman
Maulana dari SDN 02 Pekiringan Alit sebesar Rp.180.000; Abdurrahim (SMP
Muhammadiyah Pekajangan) dan Nuzulis Sakinah (SMP I Wonopringgo) sebesar
Rp.275.000; Nailam Murodhah (MAN I Kedungwuni), Ahmad Soleh (SMK Muhammadiyah
Kajen) dan Ngularti Henida (SMA I Bojong) sebesar Rp.390.000.
Penghargaan untuk para juara
yaitu Ridi Sujatmiko (SMAN I Doro) Juara I Lomba Seni Kriya Tingkat Propinsi
Jateng sebesar Rp. 750.000. Ridi Sujatmiko dijadwalkan akan mewakili Jateng
dalam Lomba Seni Kriya Tingkat Nasional tanggal 16-20 Juni 2013 mendatang. Kemudian
Roi Faizin (SDN 01 Lambur Kandangserang) Juara I Lomba Katak Kid Atletik
Tingkat Propinsi Jateng sebesar Rp.500.000. Selanjutnya M. Furqon (SDN 01
Limbangan Karanganyar), Rini Rohana (SDN 01 Jajarwayang Bojong), Karisma Laila
dan Roi Faizin (SDN 01 Lambur Kandangserang) Juara II Lomba Formula I Kid
Atletik Tingkat Propinsi Jateng masing-masing sebesar Rp.250.000.
Tags:
Warta Kajen
