China dan Indonesia Saling Barter Ekspor Buah dan Sayur

http://images.detik.com/content/2013/06/18/4/162319_buahbuahan320.jpgIndonesia dengan China akan saling membarter ekspor buah sehingga nantinya tak ada hambatan ekspor oleh masing-masing negara. Rencana kesepakatan barter itu akan tertuang dalam Mutual Recognition Agreement (MRA) antara Indonesia dan China akan melibatkan 4 komoditas yang akan dibarter.

Selama ini China dan Indonesia belum ada kerjasama MRA, sehingga produk-produk hortikultura China yang masuk ke Indonesia dapat pengawasan ketat karena belum ada jaminan keselamatan dan keamanan. Salah satu yang membuat China risih adalah produk mereka yang tak boleh masuk pelabuhan Tanjung Priok, sementara negara pengekspor seperti AS, Kanada dan Australia bebas leluasan masuk Priok.

Penjajakan barter dalam rangka MRA antara Indonesia dan China, antaralain Indonesia bakal mengekspor manggis, alpukat, duku dan sarang burung walet sementara China akan memasukan bawang putih, jeruk mandarin, pir dan apel.

Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Banun Harpini mengatakan China maupun Indonesia harus mengikuti prosedur yang ketat agar empat komoditas unggulan masing-masing negara bisa diterima masuk ke pasar.

"Negara China kemarin menandatangi MoU dengan memprioritaskan 4 komoditi mereka untuk masuk yaitu bawang putih, jeruk mandarin, pir, dan apel. Sedangkan kita sarang burung walet, manggis, alpukat dan duku. Itu melalui prosedur yang ketat di antara kedua negara," kata Banun kepada detikFinance, Selasa (18/6/2013).

Banun menjelaskan beberapa prosedur seperti kondisi tanah dan teknik penanaman tanaman harus dicermati kedua negara. Sehingga nantinya kedua negara akan mengirimkan ahli tanaman untuk cek dan ricek.

Namun untuk waktu dekat ini, Indonesia dan China sepakat akan memverifikasi 1 jenis komoditas dari masing-masing negara yaitu bawang putih dari China dan sarang burung walet dari Indonesia.

"Kita harus kirimkan ahli ke China. Kita ambil sampel tanah bawang putih. Kita akan amati pertumbuhan bawang putih di sana. Tim nya tidak hanya dari karantina, tetapi dari pakar ahli tanaman dan perguruan tinggi. Kalau semua oke berarti kita terima. Jadi basis nya per komoditi dan per wilayah. Jadi kalau bawang putih dari Shandong, Shandong aja kita akan verifikasi," katanya.

"Bagaimana dengan sarang burung walet kita? Rumah walet kita akan diverifikasi oleh China disamakan waktu perkomoditas itu setahun lebih. Tergantung mereka bisa meeyakinkan kita bebas dari penyakit. Kalau tanaman terserang penyakit tidak mudah di-covernya. Belum tentu satu tahun selesai. Dia baru bisa masuk Tanjung Priok," imbuhnya.

Banun mentargetkan awal tahun 2014 produk sarang burung walet dan bawang putih bisa diterima oleh masing-masing negara. Artinya bawang putih asal China diperbolehkan masuk melalui Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kita priorotas bawang putih dan burung walet dulu. China akan datang bulan Juli untuk memverifikasi rumah walet di Indonesia. Kita juga akan verifikasi juga ke sana. Tetapi informasi teknis ke China belum siap dan tidak cukup detil juga itu baru setelah itu kita lakukan. Kita inginnya awal tahun depan sarang burung walet kita bisa diterima dan bawang putih bisa masuk ke Priok," kata Banun.
(sumber:detik)
Lebih baru Lebih lama