KAJEN – Lutiyana alias Utik (18), warga Dukuh Rejosari, Desa
Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, diduga
dilarikan oleh pria yang baru dikenalnya melalui handphone. Korban
sudah meninggalkan rumah selama tujuh hari ini, sehingga kedua orang
tua korban syok.
Orang tua korban, Sugiyono (60), Minggu (9/6), menuturkan, putrinya
itu diketahui menghilang pada Minggu (2/6) lalu, sekitar pukul 14.00.
Saat itu, usai pulang kerja dari menjahit di rumah tetangga, korban
kepergok ibunya, Bengurip, keluar dari rumah. Saat ditanya ibunya,
korban bilang akan mengembalikan pakaian ke rumah temannya di daerah
Wonopringgo. “Namun, setelah itu, dia tidak pulang ke rumah,” ujar
dia.
Dikatakan, pihak keluarga berupaya menghubungi nomor handphone korban.
Namun, handphone korban justru diangkat oleh seorang laki-laki dan
mengaku berada di daerah Semarang. “Kami diminta untuk tenang. Anak
saya ikut dia (suara laki-laki di telepon) bekerja di daerah Kota
Semarang,” tuturnya.
Pihak keluarga yang cemas dengan keberadaan korban akhirnya melaporkan
kasus ini ke Mapolsek Karanganyar, Senin (3/6). Bahkan, pihak keluarga
sudah berupaya mencari keberadaan korban ke rumah teman-temannya di
sekitar Pekalongan. Orang tua korban pun mencari keberadaan korban
melalui orang-orang pintar di Kota Santri. Namun, keberadaan korban
hingga kini tidak jelas, termasuk pergi dengan siapa. “Dia itu
orangnya pendiam. Dia hanya keluar rumah untuk pergi menjahit. Itu pun
di rumah tetangga sebelah,” tutur Sugino.
“Akibat kejadian ini, kami bingung tidak tahu harus bagaimana. Ibunya
pun sering pingsan, jika mengingat anaknya,” lanjut dia.
Diceritakan, korban sekitar satu bulan yang lalu berkenalan dengan
seorang laki-laki melalui handphone. Bahkan, keduanya diperkirakan
sudah tukar menukar foto melalui fasilitas MMS handphone. “Laki-laki
itu katanya beli Hp dan ada nomor anak saya. Laki-laki itu mengaku
dari pondok pesantren di daerah Jombang,” terang dia.
Sejak berkenalan dengan laki-laki itu, lanjut dia, perilaku korban
mulai berubah. Korban sering bengong, termasuk di lokasi pekerjaan.
Hingga akhirnya Minggu lalu, korban pergi dari rumah. “Dia seperti
dihipnotis. Masak belum pernah ketemu, diajak pergi manut, Seluruh
pakaian di almarinya dibawa semua,” imbuhnya.
Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, diduga
dilarikan oleh pria yang baru dikenalnya melalui handphone. Korban
sudah meninggalkan rumah selama tujuh hari ini, sehingga kedua orang
tua korban syok.
Orang tua korban, Sugiyono (60), Minggu (9/6), menuturkan, putrinya
itu diketahui menghilang pada Minggu (2/6) lalu, sekitar pukul 14.00.
Saat itu, usai pulang kerja dari menjahit di rumah tetangga, korban
kepergok ibunya, Bengurip, keluar dari rumah. Saat ditanya ibunya,
korban bilang akan mengembalikan pakaian ke rumah temannya di daerah
Wonopringgo. “Namun, setelah itu, dia tidak pulang ke rumah,” ujar
dia.
Dikatakan, pihak keluarga berupaya menghubungi nomor handphone korban.
Namun, handphone korban justru diangkat oleh seorang laki-laki dan
mengaku berada di daerah Semarang. “Kami diminta untuk tenang. Anak
saya ikut dia (suara laki-laki di telepon) bekerja di daerah Kota
Semarang,” tuturnya.
Pihak keluarga yang cemas dengan keberadaan korban akhirnya melaporkan
kasus ini ke Mapolsek Karanganyar, Senin (3/6). Bahkan, pihak keluarga
sudah berupaya mencari keberadaan korban ke rumah teman-temannya di
sekitar Pekalongan. Orang tua korban pun mencari keberadaan korban
melalui orang-orang pintar di Kota Santri. Namun, keberadaan korban
hingga kini tidak jelas, termasuk pergi dengan siapa. “Dia itu
orangnya pendiam. Dia hanya keluar rumah untuk pergi menjahit. Itu pun
di rumah tetangga sebelah,” tutur Sugino.
“Akibat kejadian ini, kami bingung tidak tahu harus bagaimana. Ibunya
pun sering pingsan, jika mengingat anaknya,” lanjut dia.
Diceritakan, korban sekitar satu bulan yang lalu berkenalan dengan
seorang laki-laki melalui handphone. Bahkan, keduanya diperkirakan
sudah tukar menukar foto melalui fasilitas MMS handphone. “Laki-laki
itu katanya beli Hp dan ada nomor anak saya. Laki-laki itu mengaku
dari pondok pesantren di daerah Jombang,” terang dia.
Sejak berkenalan dengan laki-laki itu, lanjut dia, perilaku korban
mulai berubah. Korban sering bengong, termasuk di lokasi pekerjaan.
Hingga akhirnya Minggu lalu, korban pergi dari rumah. “Dia seperti
dihipnotis. Masak belum pernah ketemu, diajak pergi manut, Seluruh
pakaian di almarinya dibawa semua,” imbuhnya.
Tags:
Warta Kajen
