Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan Jumat (31/5/2013), Garuda menyatakan dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan ekspansi bisnis, termasuk membayar pra-pengiriman pesawat.
"Fasilitas tersebut menawarkan syarat dan bunga yang lebih rendah dari kondisi pasar saat ini," tulis manajemen.
Adapun tenor pinjaman tersebut selama 24 bulan, dengan periode ketersediaan selama 6 bulan terhitung sejak 29 Mei 2013 atau saat ditandatanganinya kredit, dan bunga yang dikenakan sebesar Libor + 3,75 persen. Saat ini Libor 12 bulan berada dilevel 0,6 persen, sehingga Garuda harus membayar bunga atas pinjaman tersebut sebesar 4,35 persen.
Namun demikian, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh Garuda, di antaranya mengikatkan diri sebagai penjamin atau menjaminkan kekayaan perseroan, kecuali untuk penjaminan yang ada saat ini.
Selain itu, Garuda juga dilarang mengajukan pailit ke pengadilan, serta menerima pinjaman baru jika rasio utang terhadap ekuitas melebihi 500 persen.(Bambang Priyo Jatmiko/Kompas.com)
Tags:
Nasional