KAJEN - Pemerintah pusat mencanangkan
pada tahun 2014, Indonesia mampu berswasembada pangan yang meliputi beras,
jagung, kedelai, gula dan daging. Pangan bersifat strategis, mampu mengoyak
ketahanan negara. Sebagai contoh, harga bawang merah dan cabe yang sempat
meroket. Saat ini harga daging juga sedang melonjak. Untuk itu, Kabupaten
Pekalongan juga harus berperan serta dalam mewujudkan program tersebut.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si saat membuka
Rapat Koordinasi (Rakor) Ketahanan Pangan Kabupaten Pekalongan di aula lantai 1
Setda Kajen (4/6/13).
Bupati melanjutkan, Kabupaten Pekalongan
dengan potensi wilayah agraris diharapkan dapat mewujudkan hamparan pangan yang
baik dan potensial. “Mari kita mencoba mewujudkan dari mulai wilayah Kajen,
Kesesi, Bojong, Sragi, Siwalan, Wiradesa, Karanganyar, Talun, sampai
Karangdadap. Kemudian daerah atas juga bisa dimaksimalkan untuk perkebunan
seperti durian, melinjo dan sebagainya,” ujarnya.
“Tolong dirancang dan diprogramkan
dengan baik. Pangan merupakan salah satu bisnis potensial masa kini dan masa
depan, disamping energi, wisata, hiburan dan judi,” imbuh Bupati.
Sementara itu Kepala Badan Ketahanan
Pangan Kabupaten Pekalongan Ir. Trinanto AM, M.Si dalam laporannya menyampaikan
kondisi ketahanan pangan Kabupaten Pekalongan tahun 2012 masuk kategori sangat
mantap berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas/ FSVA) 2012.
“Dari 19 kecamatan, 6 kecamatan kategori
sangat mantap, 10 kecamatan kategori mantap dan sisanya kategori cukup mantap,”
lapornya.
Peta tersebut, jelas Trinanto, disusun
berdasarkan 9 indikator yaitu konsumsi normatif per kapita, persentase penduduk
miskin, persentase desa teraliri listrik, persentase desa dengan akses jalan
memadai dan persentase rumah tangga tanpa akses air bersih, persentase penduduk
yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan, persentase perempuan buta huruf,
angka harapan hidup dan persentase berat badan balita dibawah standar.
Menurutnya, tingkat ketersediaan pangan
tahun 2012 menunjukkan surplus komoditas beras, gula dan daging. Surplus beras
mencapai 71.924 ton, surplus daging sebesar 242,042 ton dan surplus gula
sebesar 2.113 ton.
“Pencapaian surplus gula ini merupakan
suatu yang membanggakan karena untuk tingkat Jateng belum bisa memenuhi
kebutuhan gula masyarakat Jateng. Sementara ketersediaan beras di masyarakat
meningkat pada akhir bulan April 2013 sebanyak 17.982,7 ton, aman untuk memenuhi
konsumsi masyarakat selama 1,68 bulan kedepan,” tuturnya.
Ditambahkan Trinanto, untuk memperkuat
cadangan pangan masyarakat, diupayakan melalui kegiatan pengembangan lumbung
pangan masyarakat. Sampai dengan tahun 2012, telah dibangun lumbung pangan dan
gudang cadangan pangan masyarakat sebanyak 9 unit yaitu di Desa Werdi, Desa
Paninggaran, Desa Sidosari, Desa Jagung, Desa Tengengwetan, Desa Sumublor, Desa
Klunjukan, Desa Purwodadi serta Desa Sengare. “Beberapa upaya mendorong
terciptanya kemandirian pangan antara lain optimalisasi kawasan rumah pangan
lestari, pembinaan kelompok lumbung masyarakat, pemanfaatan burung hantu untuk
mengendalikan tikus, serta peningkatan kapabilitas penyuluh dan petani,”
imbuhnya.(sumber:humaskab.pekalongan)
Tags:
Warta Kajen
