KAJEN –
Selaku Bupati maupun pribadi, saya
mengucapkan terima kasih atas apa yang selama ini kita bersama-sama lakukan
dalam rangka menuju masyarakat Kabupaten Pekalongan yang lebih sejahtera. Semua
ini akan bisa terwujud apabila kita selalu bersama-sama saling memperkuat,
saling mengisi, dan saling mengingatkan, yang mana sebagai manusia kita banyak
batasan-batasan. Namun dengan saling memperkuat, saling mengisi dan saling
mengingatkan, insya Allah apa yang kita cita-citakan dapat kita wujudkan.
Demikian
disampaikan Bupati Pekalongan Drs. H. A. Antono, M.Si pada acara Peringatan
Isra Miraj Nabi Muhammad Saw Pemkab Pekalongan, Rabu (5/6/2013) di halaman Masjid
Al Muhtaram Kajen.
Pengajian
dihadiri oleh Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH,
perwakilan Muspida, Sekda Ir. H. Susiyanto, MM beserta para Asisten, Staf Ahli
Bupati dan Kepala SKPD se Kabupaten Pekalongan, Ketua TP PKK Kabupaten
Pekalongan dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pekalongan serta ratusan
warga masyarakat Kajen dan sekitarnya.
Bupati
lebih lanjut mengharapkan agar peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad Saw tidak
hanya menjadi kegiatan rutin tahunan, namun kita dapat memetik makna dari
peristiwa tersebut. “Dan kita dapat mengambil hikmah dari ceramah yang akan
disampaikan Gus Wafi dari Rembang untuk bekal kita dalam rangka mengabdi kepada
bangsa dan Negara, serta mengabdi kepada masyarakat khususnya Kabupaten
Pekalongan,” ujarnya.
“Oleh
karena itu mari kita tangkap makna dari peringatan ini dan nantinya kita
tindaklanjuti dalam kegiatan kita sehari-hari baik di pemerintahan maupun di
masyarakat,” imbuh Bupati.
Sementara
itu, KH. Muhammad Wafi Maimoen Zubair, Lc atau lebih dikenal dengan sapaan Gus
Wafi dari Rembang dalam uraian hikmah Isra Miraj Nabi Muhammad Saw,
menceritakan kronologis atau prosesi terjadinya Isra Miraj. Yakni perjalanan
Kanjeng Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di
Madinnah.
Sesampainya
perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa
di Madinah, ada tiga hal yang menjadi tujuan pokok yakni membangun masjid,
kemudian ukhuwah Islamiyah dan ketiga yaitu wafiqoh (undang-undang Negara) atau
dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan Piagam Madinah.
Inti
dari peringatan Isra Miraj tersebut, menurut Gus Wafi, adalah perjalanan dari
masjid ke masjid. Sehingga dalam aplikasinya saat ini banyaknya tour keagamaan
atau ziarah ke Wali Songo, yang mana tujuannya adalah dari masjid ke masjid.
(sumber:Humaskab.pekalongan)
Tags:
Warta Kajen