Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Gunung Paku, Jolotigo, Kecamatan Talun, Minggu (1/6). Proses evakuasi yang memakan waktu sekitar 2 jam itu, hingga saat ini belum diketahui jenis kelamin mayat tersebut.Informasi dihimpun, penemuan sesok mayat tanpa identitas itu ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 300 meter, dan medan itu cukup sulit untuk dijangkau oleh masyarakat sekitar.
Pertama kali warga yang menemukan yaitu, Nuryatin (50) bersama istrinya Tarmai (46) warga Dukuh Karyo Mukti, Desa Jolotigo, Kecamatan Talun sekira pukul 12.00, Sabtu (31/5) ketika hendak memetik kopi di kebun miliknya.
Ketika di lokasi, salah satu dari mereka mau buang hajat di Sungai Muncar, tepatnya Gunung Paku merupakan wilayah PTP Jolotigo. Akan tetapi ia mencium aroma tidak sedap yang berasal dari mayat tersebut. Karena penasaran, mereka kemudian dilakukan pencarian pada sumber bau menyengat itu. Tenyata, bau itu adalah sesosok mayat dalam kondisi sudah dikerumuni lalat.
Karena takut, akhirnya sepasang suami istri itu langsung pulang dan melaporkannya ke Kades Jolotigo. Kades pun langsung melakukan pengecekan ke lokasi untuk mengetahui secara pasti. Setelah dipastikan benar, kemudian dilaporkan ke Mapolsek Talun dan Polres Pekalongan.
Karena medan yang sulit ditempuh dan waktu sudah sore, proses evakuasi diputuskan Minggu (1/6). Adapun proses evakuasi memakan waktu 2 jam oleh anggota Mapolsek Talun dan Satreskrim Polres Pekalongan.
Adanya penemuan sesosok mayat itu sempat menggemparkan warga sekitar. Mereka yang penasaran berusaha ikut menuju ke lokasi.
Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Sukirwanta, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan sesosok mayat tanpa identitas di Gunung Paku, Jolotigo, Talun. Menurutnya, adanya laporan dari masyarakat pihaknya langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi mayat tersebut. Adapun dari hasil pemeriksaan untuk jenis kelamin belum diketahui karena mayat sudah dalam kondisi rusak dan kepala tinggal tengkorak.
“Setelah dievakuasi mayat langsung dilarikan ke RSUD Kraton untuk dilakukan outopsi,” terangnya.
Ciri-ciri mayat itu diantaranya tulang tangan kiri dan kanan udah lepas, rahang bawah juga lepas, muka sudah tinggal tulang, tinggi badan 150-160, kelamin belum bisa di pastikan, memakai kaos lengan panjang warna biru.
Untuk itu Kasatreskrim mengimbau kepada masyarakat apabila ada yang merasa kehilangan anggota keluarganya segera menghubungi Mapolsek terdeka atau Mapolres Pekalongan. “Barang kali mayat tersebut merupakan salah satu anggota keluarga masyarakat Kabupaten Pekalongan,” imbaunya.
(sumber:radarpekalongan)
Tags:
Warta Kajen