KAJEN – Meski di Kabupaten Pekalongan tak terjadi gejolak dalam pemungutan Pemilu Presiden pada 9 Juli 2014 kemarin, namun aparat Kepolisian tetap melakukan penjagaan Logistik Hasil Pilpres selam 24 jam. Hal itu dilakukan guna menghindari hal yang tak diinginkan.
Antisipasi Hal Tak Diinginkan
Untuk itu, anggota Polres Pekalongan yang diperbantukan melakukan pengamanan di tingkat TPS, ditarik ke Polres untuk kembali menjalankan tugas. Sedangkan yang bertugas di Polsek tetap melakukan pengamanan Logistik dari tingkat PPS-PPK- KPU Kabupaten Pekalongan.
Kapolres Pekalongan AKBP Fajar Budiyanto melalui Kasubbag Humas, AKP Guntur Tri Harjani usai apel Konsolidasi Pilpres di Halaman Mapolres, Jumat (11/7), mengatakan pelaksanaan pemungutan suara, Rabu, 9 Juli 2014 berlangsung aman dan kondusif. Namun demikian, anggota tetap melakukan pengamanan logistik hasil pilpres kemarin, dan melakukan pengawalan pendistribusian dari PPS-PPK-KPU Kabupaten Pekalongan.
“Meski pelaksanaan pemungutan suara sudah selesai namun anggota tetap melakukan pengamanan selama 24 jam di tingkat desa,
Kecamatan dan KPU,” terangnya.
Pengamanan 24 jam dilakukan untuk menghindari hal yang tak dinginkan seperti terjadi di daerah lain dengan pengrusakan atau pembakaran logistik hasil pilpres.
Dalam apel konsolidasi itu, juga dilakukan pengecekan kelengkapan anggota dan tidak ditemukan pelanggaran oleh anggota ketika melaksanakan tugas di TPS. Adapun seluruh anggota yang terlibat dalam pelaksanaan tugas ditarik setelah ada pernyataan aman dari KPU dan semua berkas dikirim sampai ke KPU tingkat Provinsi.
“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada anggota yang telah ikut mendukung dalam pengamanan pilpres sehingga berjalan aman dan kondusif. Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif antar pendukung capres tidak melakukan konvoi, atau hal-hal yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas,” imbaunya.
(sumber:Radarpekalongan)
Tags:
Warta Kajen