Jalan Kesesi-Kajen Lancar

LUAR KOTA - Pengguna jalur alternatif selatan Kabupaten Pekalongan didominasi kendaraan plat luar kota. TRIYONO / RADAR PEKALONGANJalur Kesesi-Kajen saat ini sudah mulai lancar pasca amblasnya jembatan Comal Jumat (18/7) lalu. Meski demikian, jalur alternatif ini masih didominasi kendaraan berplat luar kota.

Pasca Jembatan Comal Ambles
Demikian dikatakan Kepala Bidang Lalulintas dan Angkutan Jalan pada dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkomindo) Kabupaten Pekalongan, H Wahyu Kuncoro, ketika di Kantornya, Minggu (20/7). Plat kendaraan yang melintas diantaranya B, D, F, K, H, AD, AA, E.

Menurutnya, setelah jembatan Comal dinyatakan tak bisa dilalui lantaran ambles pada Jumat (18/7) dini hari kemarin, semua kendaraan dari arah timur dan barat dialihkan untuk melalui jalur alternatif. Dari arah timur Pantura melalui Gumawang Wiradesa-Bojong-Kajen-Kesesi. Sedangkan kendaraan dari arah barat ke timur via jalur Kesesi-Kajen dan ketika di perempatan Sibedug Kajen diarahkan untuk menuju ke Wiradesa.

“Namundemikian dikarenakan pada perlintasan rel KA di Waru Lor mengalami penyempitan, untuk menghindari antrian panjang secara selektif kendaraan dari arah barat kita arahkan untuk melalui Karanganyar-Kedungwuni. Itupun khusus untuk kendaraan pribadi,” terangnya.

Sementara arah Kajen-Kesesi dari perempatan Sibedug diberlakukan satu arah, hasil Rakor Dishub dan Dirjen karena jalan terlalu sempit untuk menghindari kecelakaan. Sedangkan larangan tidak boleh beroperasi angkutan barang selain sembako dan BBM mulai H-4 sampai H+1 lebaran mendatang.

Meningkatnya volume kendaraan pada jalur alternatif di wilayah Kabupaten Pekalongan, Wahyu meminta kepada masyarakat untuk bisa menerima kendaraan pemudik melalui Kesesi. Akantetapi diharapkan kepada masyarakat untuk tidak memberikan kesempatan pada kendaraan angkutan barang melalui jalan desa, sebab dapat mempercepat kerusakan jalan.

Sementara terpisah, Kepala Balai Pelaksana Teknis Bina Marga Jateng Wilayah Pekalongan, Abdul Wahab menambahkan bahwa perbaikan jembatan Comal yang ambles pada H-3 Lebaran, jembatan sebelah utara harus bisa dilalui.

“Sesuai instruksi Pak Menteri, pada H-3 jembatan bagian utara harus bisa dilalui untuk pengguna jalan dari arah barat. Adapun untuk dari arah timur bisa melalui jalur alternatif selatan atau diberlakukan dua arah nanti ditentukan dalam rakor,” ungkapnya.

Sedangkan untuk jembatan pada bagian selatan terpaksa dibongkar karena kondisinya sudah kritis. Bagi pemudik dari arah timur agar menggunakan jalur alternatif ke selatan Wiradesa-Kajen – Kesesi – Pemalang, itupun untuk kendaraan kecil.

“Pada H+ 10 Lebaran jembatan akan dibongkar,” imbuhnya.

(sumber:radarpekalongan)
Lebih baru Lebih lama