KAJEN – Peran Perpustakaan sangat besar untuk mencerdaskan
masyarakat. Dan dengan adanya teknologi informasi, maka informasi yang sangat
berharga tersebut bisa disebarluaskan ke masyarakat yang lebih luas. “Ketika
informasi tersebut dibutuhkan masyarakat dan disimpan di website maka
pengunjung akan lebih banyak. Segmen yang lebih luas inilah salah satu nilai
plus dari Perpustakaan Digital,” ujar Ira Maryati, S.TP,M.P, Peneliti bidang
Ilmu Informasi dari Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah - Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia ( PDII LIPI).
Hal tersebut disampaikan Ira
dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Tenaga Digitalisasi untuk Perintisan Perpustakaan
Digital (E-book) menuju Perpustakaan yang lebih modern yang diselenggarakan Kantor Perpustakaan dan
Arsip Daerah (KPAD) Kabupaten Pekalongan bekerja sama dengan PDII-LIPI Selasa (16/9)
lalu di KPAD Kabupaten Pekalongan.
Lebih lanjut Ira berpesan kepada
para peserta pelatihan bahwa sebagai pengelola informasi hendaknya harus bisa
berinovasi agar bisa menarik pengunjung, misalnya dengan pengemasan yang bagus
sesuai dengan segmen pembaca. “Yang bisa dialihmediakan nantinya tidak hanya
infrastruktur saja, namun kebijakan pimpinan juga bisa dialihkan ke media,”
pesannya.
Hal ini terkait dengan kondisi jaman sekarang yang serba
modern, ketika
semua hal menjadi terasa lebih mudah
untuk dilakukan. “Semua ini tidak lain dari kontribusi
teknologi yang begitu besar dalam hidup kita, terutama dalam teknologi
informasi dan komunikasi. Dengan teknologi informasi dan komunikasi, informasi
apapun bisa lebih cepat, mudah dan murah”, imbuh Ira.
Sementara itu, Kepala KPAD Ir. Tuti
Iriyanti, MSi, saat ditemui di ruang kerjanya menyampaikan bahwa pelatihan yang merupakan program
rintisan kerja ini bertujuan untuk melatih SDM sebagai tim inti pengolahan dalam
mengalihmediakan buku atau e-book. “E-book adalah singkatan dari Elektronik Buku atau Buku Elektronik
yang tak lain adalah sebuah bentuk buku yang dapat dibaca secara elektronis
melalui komputer,” jelasnya.
Lebih lanjut Tuti menjelaskan,
tidak semua koleksi buku yang ada di KPAD akan dialihmediakan, karena hal
tersebut terkait dengan undang-undang Hak Cipta. “Untuk sementara ini hanya
buku-buku tertentu saja yang akan kami alihmediakan, tapi kedepan kami
berencana untuk mengalihmediakan dokumen dan arsip lainnya seperti Perda, Surat
Masuk dan Surat Keluar serta arsip negara lainnya yang layak untuk
dipublikasikan,” ujarnya.
Ditambahkan Tuti, banyak manfaat yang didapat dari E-book ini, seperti
misalnya untuk satu buku yang biasanya hanya bisa dibaca oleh satu orang,
dengan e book 1 buku bisa dibaca banyak orang. Manfaat lainnya e- book juga
bisa untuk mengalihmediakan konten lokal, yaitu muatan-muatan lokal yang
dimiliki Kabupaten Pekalongan sehingga dapat diketahui khalayak ramai.
‘Tentunya untuk mengalih mediakan semua itu tetap harus melalui mekanisme
prosedur yang berlaku,’ imbuhnya.
Sementara itu, Kasi Perpustakaan
Umum KPAD Aditomo Herlambang, SH menambahkan, pelatihan
petugas digitalisasi tersebut diikuti oleh 15 orang yang terdiri dari 11 orang
dari Arsiparis/Pustakawan dan 4 orang peserta
dari luar kantor PAD yaitu Dishubkominfo, Dispora, Dinhub dan Bagian Humas
Setda Kab. Pekalongan.
Ditambahkan Aditomo, untuk mengalihmediakan sebuah
buku, ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain buku atau bahan
tersebut terlebih dahulu harus diseleksi oleh tim. “Setelah itu baru dilakukan pemindahan
atau scanner, kemudian proses editing. Dan terakhir dimasukkan dalam data base,” urainya.
Tags:
Warta Kajen