Salah satunya dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam organisasi pecinta alam ‘Gema Lawa’ STAIN Pekalongan. Mereka turun ke beberapa titik jalan di kota batik, untuk penggalangan dana dari para pengguna jalan untuk disalurkan ke korban longsor di Banjarnegara.
Seperti yang terpantau di Simpang Lima Kadipolo, Jalan Imam Bonjol, Kota Pekalongan, Senin (15/12) siang. Sedikitnya ada empat mahasiswa yang menenteng kardus bertuliskan ‘Peduli Longsor Banjarnegara’.
Faris (19), mahasiswa Semester III Jurusan Perbankan Syariah STAIN Pekalongan yang ikut serta dalam aksi penggalangan dana ini menjelaskan, kegiatan tersebut dimulai sejak Senin (15/12) pukul 13.00, dan akan berakhir pada pukul 16.00 WIB.
“Tadi pagi (kemarin, red), kita dari Gema Lawa STAIN Pekalongan memutuskan untuk menggalang dana dari masyarakat untuk korban longsor di Banjarnegara. Nanti hasilnya akan kita salurkan langsung ke para korban di Banjarnegara,” jelasnya.
Aksi penggalangan dana itu rencananya akan dilakukan selama dua hari, hingga hari Selasa (16/12) ini. Adapun total dana yang terkumpul, ungkap Faris, belum bisa dihitung. Sebab, rekan-rekannya yang lain masih bertugas di beberapa titik. “Ada yang bertugas menggalang dana di Wiradesa, lalu di Pasar Grogolan, di Pasar Banjarsari, dan beberapa titik lainnya,” jelasnya.
Namun, dari jumlah dana sementara yang terkumpul dari satu titik di kawasan Simpang Kadipolo, dalam aksi penggalangan dana sekitar satu jam, terkumpul Rp 500 ribu lebih. “Ini tadi mulai jam satu siang. Sampai satu jam ini, sudah terkumpul sekitar Rp 500 ribu lebih,” ungkapnya.
Tingkat solidaritas atau kepedulian dari tiap pengguna jalan untuk memberikan dananya secara ikhlas, jika dilihat dari nominalnya, imbuh Faris, cukup beragam. “Ada yang tingkat solidaritasnya tinggi. Beliau dengan ikhlas memberikan satu lembar uang Rp 50 ribu,” bebernya.
Sumber (Radar pekalongan)
Tags:
Warta Kajen