KAJEN
– Bertempat di Aula Lt. 1 Setda Kabupaten Pekalongan, hari ini (25/7) digelar acara
Advokasi dan Sosialisasi Kegiatan Intensifikasi Penemuan Kusta Frambusia
melalui Kampanye Eliminasi Kasus Kusta. Acara dihadiri pula oleh Wakil Bupati
Pekalongan, Ir. Hj. Arini Harimurti, beserta para Kepala SKPD, Camat, Kepala
Puskesmas, dan Rumah Sakit se- Kab. Pekalongan, dengan menghadirkan narasumber
Dr. Rita Djupuri, BSc. DCN, M.Epid (Kasubdit.Penyakit Tropik Menular Langsung,
Kementerian Kesehatan RI) yang membawakan materi situasi dan kebijakan nasional
program pengendalian penyakit kusta frambusia, dan dr. Elhamangto Zuhdan (Dinas
Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) dengan materi Situasi, kebijakan dan strategi
provinsi dalam pencapaian eliminasi kusta.
Pada
kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pekalongan, dr. Sutanto
Setiabudi M.Kes dalam laporannya mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah
penderita kusta di Kab. Pekalongan berjumlah 119 orang. Menurutnya data
tersebut diperoleh Dinkes setelah melakukan screanning mulai dari level TK dan
SD, dengan harapan agar sejak dini penyakit kusta dapat ditemukan dan diobati.
“Indonesia merupakan gudang Kusta, sehingga jika sejak dini kita dapat menemukan atau mendeteksi itu sangat bagus karena bisa diobati sejak dini, hal ini mengingat proses deteksi penyakit kusta sangat susah serta inkubasinya lama,” terangnya.
“Indonesia merupakan gudang Kusta, sehingga jika sejak dini kita dapat menemukan atau mendeteksi itu sangat bagus karena bisa diobati sejak dini, hal ini mengingat proses deteksi penyakit kusta sangat susah serta inkubasinya lama,” terangnya.
Untuk
itu Sutanto berharap melalui kegiatan pada hari ini maka keberadaan kusta
semakin dikenal dan dipahami oleh masyarakat, sehingga mereka bisa melakukan
deteksi dini dan kusta semakin mudah ditemukan dan dieliminasi. Sementara itu
Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH.,MH, dalam sambutannya mengungkapkan
bahwa keberhasilan di bidang Pelayanan Kesehatan
merupakan salah satu cermin keberhasilan pembangunan, untuk itu Asip mengajak
seluruh jajarannya agar senantiasa
meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat, khususnya di bidang
kesehatan meskipun tanggung jawab pembangunan kesehatan adalah
tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
Ditambahkan Asip bahwa keberadaan penyakit
Kusta di Kabupaten
Pekalongan terutama yang terjadi di wilayah
Kecamatan Buaran, Tirto, Sragi,
Wonokerto dan Kedungwuni. merupakan masalah yang harus
segera dipecahkan, karena dampak yang ditimbulkan dari Kusta sangat luas terutama pada status sosial dan ekonomi karena penyakit ini menyebabkan
kecacatan menetap sehingga menurunkan kualitas SDM. Untuk itu
Asip mengajak semua
kalangan untuk berkomitmen dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan,
pengendalian dan pemberantasan penyakit Kusta.
“Diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka penderita kusta, .Untuk itu Mari kita kawal program ini sehingga secara luas masyarakat Kabupaten Pekalongan betul – betul mengerti tentang Penyakit Kusta dan cara penanganannya. Sedangkan kepada jajaran kesehatan Bupati menghimbau agar serius dalam mengawal kasus kusta ini, dari sosialisasi hingga penanganan kasus,”.
“Diperlukan kerja keras dan sinergitas untuk menurunkan angka penderita kusta, .Untuk itu Mari kita kawal program ini sehingga secara luas masyarakat Kabupaten Pekalongan betul – betul mengerti tentang Penyakit Kusta dan cara penanganannya. Sedangkan kepada jajaran kesehatan Bupati menghimbau agar serius dalam mengawal kasus kusta ini, dari sosialisasi hingga penanganan kasus,”.
“Temu Cepat, Lapor Cepat, Tangani Cepat , menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, karena kondisi lingkungan sangat berpengaruh terhadap timbulnya berbagai jenis penyakit, serta Hapus stigma dan diskriminasi kepada saudara – saudara kita penyandang kusta. Mari dukung mereka untuk sembuh dan menjalani kehidupan mereka kembali secara normal,” imbaunya
Tags:
Warta Kajen
