KAJEN - Upacara Peringatan
Hut ke 71 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di lapangan alun-alun kajen,Rabu (17/8). Bupati
Pekalongan Asip Kholbihi saat membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah H.
Ganjar Pranowo, SH, MIP terkait dengan kemerdekaan yang telah lebih dari 7 (tujuh) dasawarsa ini sehingga dapat menghirup udara kebebasan, berdiri diatas kaki sendiri, di atas tanah tumpah darah dengan kedaulatan penuh,
lepas dari segala bentuk cengkeraman penjajahan dirasa bukan waktu yang sebentar.
“Usia
yang tak lagi muda untuk sebuah Bangsa membangun dirinya
yang ber- daulat di bidang Politik, berdikari
di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang
kebudayaan,” ujar Ganjar.
Lebih lanjut Ganjar menyampaikan keinginannya untuk
membuktikan kepada
Dunia sebagai bangsa yang ber-KeTuhanan dalam kemanusiaan yang beradab, Bangsa yang disatukan dalam Ke-Bhinneka-an Adat dan Budaya. Serta Bangsa yang selalu bermusyawarah mencapai mufakat dalam perbedaan pendapat semata-mata demi keadilan Sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia.
”Perjuangan Bangsa ini belumlah usai. Mengisi kemerdekaan tak kalah penting dengan
merebut dan menegakkan Kemerdekaan. Kita
adalah pewaris sah dari anak -
anak Negeri untuk
memberikan arti mengisi Kemerdekaan dengan berbagi peran dan
tanggungjawab,” tambahnya.
Menurutnya Rumah Besar
kita yang kita sebut
INDONESIA adalah milik kita bersama. Tak ada
satupun diantara kita YANG MERASA BISA.
Namun kita harus terus BISA MERASA sebagai
bagian dari anak-anak Bangsa dengan semangat
Gotong Royong membangun jati dirinya di tengah
taman sarinya pergaulan antar bangsa di dunia.
“Kita adalah
bangsa yang besar, yang dikarunia segala kekayaan dan keberagaman. Ini
potensi yang harus kita
jaga dengan sepenuh
hati, kita kelola dengan
nurani, pikiran dan
tindakan serta etika suci demi
berkibarnya panji- panji IBU PERTIWI diantara
negeri-negeri,” jelasnya.
Ganjar meyakini dalam beragam perbedaan yang ada di Indonesia, selalu ada cara untuk menjaga kebersamaan. Karena kita dipersatukan
dalam kondisi riil perbedaan, namun punya satu
tujuan untuk menggapai Indonesia
Merdeka. Satu tanah air dan Satu bangsa. Merdeka, menurutya selalu mengandung aspek kebebasan yang dimensinya memiliki makna sebagai
“bebas dari” penjajahan dan bebas
dari penindasan
alam aspek luas. “Dimensi kebebasan juga bermakna “bebas untuk”,yaitu lebih
bersifat menunjukkan kemandirian,
kemampuan, dan kematangan
menggunakan kebebasan itu sendiri. Bukan
zamannya lagi, mempertontonkan kemurungan
dan kesulitan bangsa sendiri tanpa solusi. Melemahkan dan menggadaikan harga diri bangsa,” tegasnya.
Ditambahkan Ganjar, Kebebasan kita
hari ini adalah kebebasan
yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Lebih dari itu Ganjar mengingatkan untuk tidak mudah
terhasut, terprovokasi atas tindakan terorisme dan radikalisme, apalagi hingga intoleransi yang mengancam keutuhan
bangsa
ini.
“Narkoba, kekerasan terhadap perempuan dan anak, hanya ada satu
kata : Lawan ! Korupsi
kita cegah sejak dini ! Kemiskinan, Kesehatan,
Pendidikan, Energi dan Infrastruktur adalah PR
besar bangsa ini. Ayo
gotong royong mengambil peran partispatif dan
kontributif menyelesaikannya. Gotong - royong adalah manifestasi
keberadaban kita membangun Bangsa,” pesannya.
Pada kesempatan tersebut,
atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah, Ganjar menyampaikan ucapan
Terima Kasih dan Penghargaan
Yang Tinggi kepada
masyarakat Jawa Tengah yang telah menunjukkan
karya dan terus bekerja secara ikhlas serta penuh
tanggungjawab memberikan
kebermanfaatan nyata bagi bangsa.
“Sekecil
apa pun karya kita akan sangat berarti bagi bangsa ini. Jangan hanya diam saja. Bangsa ini tidak pernah bisa
maju, bukan karena terbatasnya
sumber daya yang berkualitas tetapi karena banyak orang baik yang
hanya diam saja ketika Ibu Pertiwi memanggil,”
imbuh Ganjar.
Maka lanjutnya, Jawa
Tengah sebagai pakubumi nya
Indonesia siap memenuhi panggilan sejarah untuk bersama-sama
tumbuh dan terus bergerak dalam pembangunan
Negara dengan meningkatkan nilai kompetensi dan profesionalitas
di berbagai bidang. Sekarang bukan saatnya
berwacana apalagi retorika. Rakyat
menunggu hasil dan kerja nyata kita.
“Alhamdulillah, di sektor pelayanan publik dari Jawa Tengah telah menunjukkan
perbaikan yang cukup berarti.
Kita juga terus mendorong
inovasi dalam membuka akses
keterbukaan informasi serta transparansi. melalui kanal - kanal
informasi dan komunikasi baik lewat sms, call centre, complain handling hingga
media sosial,” tambah Ganjar.
(keterangan Foto : Bupati Pekalongan spontan menolong anggota veteran yang jatuh setelah kegiatan upacara detik detik Proklamasi dilaksanakan.)
Tags:
Warta Kajen