KAJEN – Rafa Fazlur Rahman (22 tahun) asal Kesesi dan Ayu Lia Putri (17 tahun) dari Bojong berhasil dinobatkan menjadi Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten
Pekalongan tahun 2016, Sabtu (6/8) kemarin. Kemenangannya ini setelah berhasil
menyisihkan 19 finalis lainnya dalam Malam Grand Final Pemilihan Mbak dan Mas
Duta Wisata Kabupaten Pekalongan Tahun 2016 di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati
Pekalongan di Kajen (6/8).
Adapun untuk juara II Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Pekalongan 2016
diraih oleh Alfiyan Tanjung (17 th) dari Kajen dan Rima Iklima Dewi (16 th) dari Kedungwuni. Untuk juara III adalah Arno Johan (17 th) dari Kesesi dan Desi Khikma F (18 th) asal Paninggaran .
Ada beberapa kategori kejuaraan dalam ajang bergengsi tersebut, yaitu
antara lain juara kategori Multimedia adalah Rizal Aminurdin (17 th) dari Kajen dan Nisrina Hazna Fadhilah (18 th)
dari Kedungwuni. Sedang juara berbakat putri
adalah Amanata Siti Sapnarni (19 th) dari Wiradesa dan putra Robih Arnan (23
th) dari Wonopringgo. Untuk juara inteligensia dinobatkan pada Mohammad Khoirun
Nahdi (20 th) asal Buaran dan Arisya Mega Aryani Rosyadi (17 th) dari Kajen. Sementara
untuk juara favorit tamu undangan disandang oleh Rafia Fazlur Rahman yang juga
juara 1 dan Arisya Mega.
Bupati Pekalongan H. Asip Kholbihi, SH,
MSi dalam sambutannya saat membuka acara tersebut memberikan apresiasi kepada para finalis Mas dan Mbak
Duta Wisata Kab. Pekalongan 2016. Bupati menyampaikan tujuan diadakannya
acara ini adalah untuk mempromosikan seluruh daerah Kab. Pekalongan baik
ditingkat regional, nasional, maupun internasional. Sisi lain acara tersebut
untuk mengeksplorasi sejauh mana Sumber daya manusia di Kab. Pekalongan mampu
bersaing ditingkat Jawa Tengah, nasional, maupun internasonal.
Bupati mengharap kepada Mas dan Mbak yang
terpilih untuk mengemban beberapa tugas mulia antara lain mengenalkan jati diri
seni budaya masyarakat Kab. Pekalongan khususnya pada generasi muda. Menurutnya,
kekuatan terbesar di tengah era globalisasi saat ini adalah kekuatan jati diri. “Saya berharap untuk
para juri untuk dapat menampilkan sejauh mana kemampuan dan internalisasi
pengenalan jati diri masyarakat Kab. Pekalongan yang harus dimiliki oleh Mas
dan Mbak. Semoga dalam kegiatan ini ditemukan Duta Wisata yang berkualitas dan
mampu menjadi penerus dalam mempromosikan pariwisata di Kab. Pekalongan,” ujar
Asip.
Terkait dengan telah ditandatanganinya Nota Kesepahaman
(MoU) “Cultural-Techno Forestry Park” antara Pemkab. Pekalongan, Perum
Perhutani KPH Pekalongan Timur dan yayasan Kehutanan Indonesia Jumat (5/8) yang
merupakan salah satu upaya Pemkab. untuk berikhtiar bagaimana Pemkab.
Pekalongan bisa mempunyai inisiatif progressif bagi Indonesia dan
Dunia dalam rangka membangun dengan konsep keseimbangan yang telah
dilaksanakan di Petungkriyono, Bupati menyampaikan bahwa Petungkriyono akan Go Internasional dan akan
kedatangan tamu dari Amerika Latin. Sehubungan dengan itu finalis Duta Wisata yang
terpilih diharapkan menguasai materi seputar Petungkriyono dengan baik. “Sebagai
Mas dan Mbak Duta Wisata diharapkan mampu mengemban tugas dalam mempromosikan
berbagai wisata yang ada di Kab. Pekalongan, salah satunya wisata alam dan
khususnya harus paham tentang Petungkriyono,” tegas Asip.
Di bagian lain Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Fuadi
Jaman dalam laporannya memaparkan bahwa acara tersebut merupakan bagian integral dari
pembangunan pariwisata serta pelestarian nilai-nilai seni dan budaya nasional. “Duta wisata merupakan atraksi wisata yang bertujuan
melestarikan budaya daerah, serta sarana pengembangan potensi bakat kreatifitas
kecerdasan para generasi muda untuk menjadi figur yang dapat berperan dalam
mepromosikan kekayaan seni, budaya dan pariwisata,” ujarnya.
Lebih lanjut Farid mengharapkan Duta Wisata dapat
memiliki disiplin, dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi untuk membantu
pemerintah daerah dan memamerkan serta mempromosikan keanekaragaman kebudayaan
daerah kepada para wisatawan. “Para Duta Wisata diharapkan mempunyai
kepribadian luhur serta mempunyai kemampuan menyangkut potensi wisata dan
potensi ekonomi Kabupaten Pekalongan. Sehingga wajib mengetahui, memahami,
menguasai dan mampu mengkomunikasikan berbagai potensi pariwisata dan budaya
yang dimiliki daerah dengan sebaik-baiknya,” jelas Fuadi.
Sementara maksud dan tujuan diadakannya pemilihan Duta Wisata ini lanjut Farid adalah untuk meningkatkan citra pariwisata Kab. Pekalongan,
meningkatkan promosi kepariwisataan Kab. Pekalongan, dan memperoleh insan
generasi muda yang memiliki kepribadian, etika dan penampilan yang menawan,
berwawasan serta menguasai materi yang handal mengenai Kab. Pekalongan dan
bidang kepariwisataan.
Malam grand Final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata
Kabupaten Pekalongan tersebut dihadiri pula oleh Wakil Ketua DPRD Kab.
Pekalongan, Ketua Komisi, perwakilan FKPD, para Asisten, para SKPD, Mas dan
Mbak Duta Wisata dari Purbalingga, Kab. Batang, Kendal, dan Pemalang, serta
para tamu undangan.
Tak ketinggalan dihadirkan 3 juri untuk memberikan penilaian terhadap para finalis, yaitu dari
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Supomo, SE, M.Par, Basuki,
S.Pd, M.Pd dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pekalongan, dan juri tamu Kidung
Paramadita, S.Pd Miss Indonesia Peringkat IV 2016.
Tags:
Warta Kajen
