KAJEN - Jalan darurat yang menghubungkan Dukuh Gamblok, Desa Bojongkoneng, dengan Desa
Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan,yang sudah bertahun-tahun rusak,akhirnya mulai ditangani oleh Pemkab Pekalongan.
"Progres pembangunan jalan darurat sudah mencapai 10 persen. Diharapkan, pembangunan jalan darurat tersebut bisa selesai sesuai target, sehingga pada puncak musim hujan nanti jalur tersebut sudah lebih baik untuk dilalui oleh masyarakat," ungkap Sekdes Luragung,Cipto sumarno,Kamis (24/11).
Dijelaskan bahwa jalan yang memalui hutan pinus tersebut adalah pembuka simpul ekonomi
masyarakat.
"Jalur ini sangat vital. Jika jalur ini lumpuh, maka akan menganggu laju perekonomian masyarakat," ujar dia.
Diterangkan, sejak jalur Luragung hilang diterjang longsor pada tahun pertengahan tahun 2014, maka dibuatkan jalan darurat yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan darurat ini berupa tanah yang berubah menjadi jalan berlumpur saat musim hujan, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Menurutnya, paska jalur Luragung terputus, para pelaku ekonomi di daerah pegunungan harus mengeluarkan biaya lebih tinggi karena harus memutar arah sejauh 27 kilometer melalui jalur
Kesesi-Pemalang.
"Anak-anak sekolah juga sangat sulit melintasinya. Banyak sepeda motor tergelincir karena jalan licin dan berlumpur. Apalagi anak-anak sekolah ada yang pulangnya sampai sore hari karena mengikuti les atau kegiatan lain di sekolahan. Jalur ini berada di tengah hutan yang jauh dari pemukiman warga, sehingga sangat rawan kecelakaan dan tindak kejahatan," ungkapnya.
Masyarakat Desa Luragung dengan jumlah penduduk sekitar 3.700-an jiwa itu juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan mereka juga berharap agar jalan utama yang proyek pembangunannya terhenti agar segera dilanjutkan.
Luragung, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan,yang sudah bertahun-tahun rusak,akhirnya mulai ditangani oleh Pemkab Pekalongan.
"Progres pembangunan jalan darurat sudah mencapai 10 persen. Diharapkan, pembangunan jalan darurat tersebut bisa selesai sesuai target, sehingga pada puncak musim hujan nanti jalur tersebut sudah lebih baik untuk dilalui oleh masyarakat," ungkap Sekdes Luragung,Cipto sumarno,Kamis (24/11).
Dijelaskan bahwa jalan yang memalui hutan pinus tersebut adalah pembuka simpul ekonomi
masyarakat.
"Jalur ini sangat vital. Jika jalur ini lumpuh, maka akan menganggu laju perekonomian masyarakat," ujar dia.
Diterangkan, sejak jalur Luragung hilang diterjang longsor pada tahun pertengahan tahun 2014, maka dibuatkan jalan darurat yang kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan darurat ini berupa tanah yang berubah menjadi jalan berlumpur saat musim hujan, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Menurutnya, paska jalur Luragung terputus, para pelaku ekonomi di daerah pegunungan harus mengeluarkan biaya lebih tinggi karena harus memutar arah sejauh 27 kilometer melalui jalur
Kesesi-Pemalang.
"Anak-anak sekolah juga sangat sulit melintasinya. Banyak sepeda motor tergelincir karena jalan licin dan berlumpur. Apalagi anak-anak sekolah ada yang pulangnya sampai sore hari karena mengikuti les atau kegiatan lain di sekolahan. Jalur ini berada di tengah hutan yang jauh dari pemukiman warga, sehingga sangat rawan kecelakaan dan tindak kejahatan," ungkapnya.
Masyarakat Desa Luragung dengan jumlah penduduk sekitar 3.700-an jiwa itu juga mengucapkan terimakasih kepada Bupati Pekalongan dan mereka juga berharap agar jalan utama yang proyek pembangunannya terhenti agar segera dilanjutkan.
Tags:
Warta Kajen
