KAJEN - Seorang wanita yang berprofesi sebagai Kadus di Desa Kayugeritan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan,berinisial DK (35) yang masih memiliki seorang suami sah dan memiliki 5 orang anak yang masih kecil-kecil ini digrebek sesaat setelah melakukan akad
nikah siri dengan laki-laki berinisial Kris di Desa Limbangan, Kecamatan
Karanganyar.
Informasi penggerebekan ini dengan cepat menyebar luas di tengah-tengah masyarakat, termasuk di Desa Kayugeritan. Masyarakat Desa Kayugeritan pun tidak terima ulah oknum kadus yang menikah lagi meskipun secara siri, sebab oknum perangkat desa ini masih memiliki suami atau belum cerai dengan suaminya.
Untuk mensikapi gejolak di tengah-tengah masyarakat, perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda Dukuh Mangli mengadukan persoalan tersebut ke Kades Kayugeritan, Mulyatno, di balai desa setempat, Rabu (16/11) kemarin.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kayugeritan, Danil, menyatakan, warga setempat sudah mengetahui dugaan adanya hubungan antara oknum kadus tersebut dengan laki-laki berinisial Kris, apalagi rumah keduanya berdampingan.
"Namun selama ini hanya sebatas dugaan-dugaan saja, tidak ada bukti. Baru kemarin setelah dia digerebek warga tambah yakin. Warga juga tidak tahu jika dia akan menikah siri dengan Kris ini," terang Danil.
Danil membenarkan jika oknum perangkat desa tersebut masih memiliki suami dan dikaruniai lima anak yang masih kecil-kecil. Menurutnya, suami dari oknum kadus ini dikenal sangat baik. Makanya, warga juga kaget saat mengetahui oknum kadus ini nekat nikah siri dengan laki-laki lain yang juga sudah memiliki istri.
"Suami Bu DK ini sangat baik. Jika anak sakit, suaminya ini yang nganter berobat. Warga juga sering lihat suami DK ini memandikan anak-anaknya," tutur dia.
Warga dukuh setempat menuntut agar oknum perangkat desa tersebut agar mengundurkan diri. Jika tidak mau mundur, lanjut dia, warga mendesak agar oknum kadus tersebut dicopot dari jabatannya karena diduga selingkuh dan sebagian warganya tidak suka dengan kinerjanya.
"Rencana malam ini (Rabu malam) warga akan mengadakan musyawarah desa di kantor balai desa. Warga akan mendesak agar oknum kadus ini mundur. Jika tidak mau mundur warga akan mendesak kades untuk mencopotnya dari perangkat desa," imbuhnya.
Informasi penggerebekan ini dengan cepat menyebar luas di tengah-tengah masyarakat, termasuk di Desa Kayugeritan. Masyarakat Desa Kayugeritan pun tidak terima ulah oknum kadus yang menikah lagi meskipun secara siri, sebab oknum perangkat desa ini masih memiliki suami atau belum cerai dengan suaminya.
Untuk mensikapi gejolak di tengah-tengah masyarakat, perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda Dukuh Mangli mengadukan persoalan tersebut ke Kades Kayugeritan, Mulyatno, di balai desa setempat, Rabu (16/11) kemarin.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kayugeritan, Danil, menyatakan, warga setempat sudah mengetahui dugaan adanya hubungan antara oknum kadus tersebut dengan laki-laki berinisial Kris, apalagi rumah keduanya berdampingan.
"Namun selama ini hanya sebatas dugaan-dugaan saja, tidak ada bukti. Baru kemarin setelah dia digerebek warga tambah yakin. Warga juga tidak tahu jika dia akan menikah siri dengan Kris ini," terang Danil.
Danil membenarkan jika oknum perangkat desa tersebut masih memiliki suami dan dikaruniai lima anak yang masih kecil-kecil. Menurutnya, suami dari oknum kadus ini dikenal sangat baik. Makanya, warga juga kaget saat mengetahui oknum kadus ini nekat nikah siri dengan laki-laki lain yang juga sudah memiliki istri.
"Suami Bu DK ini sangat baik. Jika anak sakit, suaminya ini yang nganter berobat. Warga juga sering lihat suami DK ini memandikan anak-anaknya," tutur dia.
Warga dukuh setempat menuntut agar oknum perangkat desa tersebut agar mengundurkan diri. Jika tidak mau mundur, lanjut dia, warga mendesak agar oknum kadus tersebut dicopot dari jabatannya karena diduga selingkuh dan sebagian warganya tidak suka dengan kinerjanya.
"Rencana malam ini (Rabu malam) warga akan mengadakan musyawarah desa di kantor balai desa. Warga akan mendesak agar oknum kadus ini mundur. Jika tidak mau mundur warga akan mendesak kades untuk mencopotnya dari perangkat desa," imbuhnya.
Tags:
Warta Kajen
