KAJEN – “Jangan sekali–kali mengenal atau mendekati Narkoba, karena sekali kalian
mengenal Narkoba maka akan sangat sulit bagi kalian untuk lepas dari jerat
Narkoba yang dapat saya pastikan akan membawa dampak buruk pada masa depan
kalian!,” tegas Wakil Bupati Pekalongan Ir. Arini Harimurti pada siswa
dan siswi SMK Yapenda Kedungwuni saat menjadi Pembina Upacara sekaligus
Pembinaan dan Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMK Yapenda Kedungwuni Kab.
Pekalongan Senin pagi tadi (21/11).
Dalam
upacara yang juga dihadiri pula oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Beberapa
Kepala SKPD terkait dan juga Kepala Sekolah dan Guru SMK Kedungwuni, tak lupa Arini
mengajak para siswa untuk menggunakan masa muda dengan
mengisinya dengan hal–hal yang positif, selalu menjaga diri, dan saling
mengingatkan jika ada kawan atau keluarga yang berpotensi bersentuhan dengan
Narkoba.
Arini yang
juga Ketua Tim Koordinasi Pencegahan, Pemberantasan,
Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) Kabupaten Pekalongan mengatakan
bahwa Permasalahan
Narkoba
kini telah menjadi permasalahan seluruh bangsa yang dampaknya telah terasa hampir di seluruh sendi kehidupan. “Di Jawa Tengah sendiri jumlah pengguna narkoba sudah
tidak sedikit lagi, tercatat 1,5 persen dari penduduk Jawa Tengah sudah
terdeteksi sebagai pengguna
Narkoba, dan trendnya terus meningkat termasuk di
Kabupaten Pekalongan,” ujarnya.
Ditambahkan Arini, kondisi tersebut tentunya menjadi
keprihatinan kita bersama, dan harus secepatnya ditindaklanjuti karena sasaran
peredaran Narkoba saat ini telah merata ke berbagai strata, baik strata
ekonomi, strata pendidikan, maupun strata sosial lainnya, tanpa mengenal
usia, tempat maupun jabatan, termasuk didalamnya
menyasar kepada anak-anak kita para pelajar yang merupakan generasi penerus
bangsa.
Kondisi tersebut menurutnya disinyalir terjadi karena masih
minimnya kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, serta masih lemahnya penegakan hukum, sehingga para bandar narkoba
Internasional bisa tetap menjalin kerja sama dengan Warga Negara kita, termasuk faktor ekonomi atau uang yang saat ini
menjadi penyebab tertinggi banyaknya WNI
yang tergiur menjadi kurir dan pengedar Narkoba di Indonesia. “Hal ini tentunya
menjadi Pekerjaan Rumah bagi P4GN yang hanya mungkin dapat terselesaikan jika
dapat bersinergi baik dengan seluruh elemen masyarakat termasuk sekolah –
sekolah,” lanjutnya.
Lebih lanjut Arini mengajak semua pihak untuk
bergerak bersama, bahu – membahu, dan bekerjasama untuk menyelamatkan Bangsa
ini dari jerat Narkoba mengingat Penyalahgunaan
Narkoba dan Zat aditif lainnya membawa dampak yang luas dan kompleks bagi bangsa Indonesia. “Salah satu dampak yang bisa kita lihat sekarang antara
lain seperti : perubahan sikap, kriminalitas, gangguan kesehatan, menurunnya
produktifitas secara drastis tentunya banyak menyebabkan tindak kekerasan dan
lain sebagainya,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tak lupa Arini mengajak para peserta
upacara untuk melakukan kegiatan
sosialisasi dan diseminasi informasi tentang bahaya Narkoba kepada
masyarakat secara rutin dan berkelanjutan, baik melalui pendekatan secara
langsung maupun melalui sosialisasi di media cetak dan elektronik. “Penanggulangan Narkoba merupakan
tanggung jawab bersama, karenanya koordinasi dan kerjasama antara semua pihak
terkait untuk terus dibangun, dengan kata lain bangun kemitraan dan jejaring
untuk menanggulangi Narkoba,”
pesannya.
Disamping itu, Arini juga meminta agar melaporkan
kepada pihak yang berwenang seperti Camat, Lurah/Kades atau polisi terdekat manakala mengetahui di wilayahnya terdapat
sarang peredaran Narkoba dan Tim Koordinasi P4GN Kabupaten Pekalongan siap
membantu, mendukung dan memfasilitasi setiap upaya penanggulangan Narkoba.
“Mari
kita dorong terciptanya Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang bersih
dan bebas dari jeratan Narkoba,” ajaknya.
Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan test urine pada 30 siswa siswi SMK
Yapenda Kedungwuni yang dilakukan secara acak oleh Tim
Koordinasi P4GN Kabupaten Pekalongan, dan
hasilnya negatif.
Tags:
Warta Kajen
