Pagelaran Budaya Tutur Batik

KAJEN – Pagelaran Perdana Tutur Batik yang diselenggarakan Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda dan Yayasan Tutur Batik di Pendopo Bupati Pekalongan, Kamis (26/1) malam Jumat pahing, spektakuler. Acara yang didukung para seniman dari Jakarta dan seniman lokal tersebut memukau ribuan penonton yang menyaksikan pertunjukan dari tempat duduk lesehan mereka.

Penonton disuguhi berbagai pertunjukan seni yang menceritakan batik sebagai warisan budaya dunia. Sejak pertama, penonton sudah dibuat penasaran dengan suara kentongan yang dipukul oleh Bupati Pekalongan dan para tamu undangan dan kemudian diikuti oleh para pemusik, dengan lampu yang kemudian dimatikan. Suasana menjadi semakin membuat penonton penasaran ketika tampil puluhan penari kuda kepang dan mengikuti irama kentongan dan musik yang mengiringi. Sebagian penari lainnya membawa umbul-umbul dan obor. Mereka berlarian di sisi timur pendopo, hingga akhirnya masuk ke dalam area pendopo.

Pertunjukan berlangsung tanpa henti, berturut-turut ditampilkan Tarian Rakyat Pekalongan, Sepi Suwung, Daya Juang, Bedayan Antebing Qolbu, serta Tarian Sufi. Semua penampilan seni mengusung kain batik bermotif kawung, hingga terakhir, sebelum artis Ibu Kota, Iga Mawarni yang menjadi bintang tamu pada acara tersebut tampil, beberapa seniman yang muncul di antara penonton, tampil dengan membawa buah kolang-kaling yang menjadi simbol motif batik kawung.

Penonton makin terpukau ketika artis Iga Mawarni tampil dari pintu utama peringgitan Pendopo Bupati Pekalongan, dengan sorot lampu yang terus mengikutinya. Iga Mawarni tampil sangat anggun dan cantik dengan hijab dan jarik serta selendang batik bermotif kawung, menyanyikan lagu “Kucuran Cinta”. Dengan suara khasnya yang berat, Iga Mawarni menyanyikan lagu tersebut, dan sesekali mengajak penonton ikut menyanyi bersama sambil bertepuk tangan. Hingga kemudian, semua seniman pendukung acara tersebut ikut bergabung.

Usai bernyanyi, Iga Mawarni yang didampingi penyiar Radio Rasika FM, Bagus, melelang 3 lembar kain batik motif kawung karya seniman batik Kota Santri, Sunoto Seno. Batik yang dilelang berturut-turut bermotif “Kawung penganten tebu” yang dimenangkan oleh Bupati Pekalongan dengan lelang tertinggi yakni Rp. 20 juta, kemudian batik “Kawung Anteping Qolbu” yang dimenangkan oleh Bambang Sutejo dengan nilai lelang Rp. 10 juta serta motif batik “Kawung Suwung” dengan nilai lelang Rp. 5 juta yang akhirnya dimenangkan oleh Iga Mawarni sendiri.     
      
Sebelumnya, dalam pembukaan acara, Bupati Pekalongan, H. Asip Kholbihi, SH, MH dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi terhadap Komunitas Tutur Batik yang telah berusaha mengkolaborasikan batik dengan seni yang lain. Menurut Bupati, Kabupaten Pekalongan layak menjadi “The Legend of Batik” dan acara malam tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengangkat harkat dan nilai batik. Bupati dalam kesempatan tersebut juga menyatakan akan mengkolaborasikan batik dengan kekayaan hutan Petungkriyono, sehingga pihaknya nanti akan mengeksplorasi warna alam untuk menghasilkan batik warna alam sebagai kebutuhan dunia.

“Acara ini sangat strategis dan bermakna, oleh karena itu, kami sampaikan terima kasih kepada para seniman yang terlibat,” ungkap Asip.   

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Urip Sihabudin, SH, MH, mewakili Gubernur H. Ganjar Pranowo, SH, M.IP, dalam sambutannya menyatakan bangga dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkab Pekalongan bersama Dekranasda dan Yayasan Tutur Batik. Pihaknya berharap, kegiatan tersebut, dengan atraksi-atraksi seni dan potensi batiknya, bisa mendukung sektor pariwisata yang ditargetkan bisa mendatangkan 2 juta  wisatawan mancanegara ke Jawa Tengah hingga tahun 2019 nanti.

Pembina Komunitas Tutur Batik, Prof. Dr. Bambang Sutejo, didampingi Abdul Karim Su’udi dari Komunitas Tutur Batik, dalam sambutannya menyampaikan, pagelaran kali itu, perdana, namun bukan yang terakhir. Pihaknya akan terus menggiatkan tutur batik. Menurutnya, batik dari Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya memiliki nilai, oleh karena itu, batik tidak hanya sekedar karya, namun bisa menjadi cerita yang panjang, dengan dinarasikan.

Pagelaran Perdana Tutur Batik dengan konseptor Rizaldi Siagian didukung Deddy Luthan Dance Company Jakarta pimpinan Elly D. Luthan, Dewan Kesenian Daerah (DKD) kabupaten Pekalongan serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pekalongan. Hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Dra Hj. Hindun, SH, M.Si, Wakil Bupati Pekalongan Ir. Hj. Arini Harimurti, Sekda beserta jajaran Pemkab Pekalongan, Ketua Dekranasda Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Munafah Asip Kholbihi, Isteri Bupati Tegal, Ny. Enthus Susmono, serta para seniman dari berbagai kota dan tamu undangan lainnya. Acara juga diramaikan dengan pameran kerajinan daerah di sisi barat pendopo.
Lebih baru Lebih lama