PT SMJ Dan PT Waskita Saling Lempar Tanggung Jawab,Bina Marga DPU Buat Pemetaan

KAJEN -  Pelaksana kegiatan proyek yakni PT
Sumber Mitra Jaya (SMJ) dan PT Waskita Karya saling lempar tanggung jawab dan saling tuding, perbaikan jalan bukan kewenangannya, namun tugas rekanan lain. Hal ini sempat
menghampat proses perbaikan jalan yang rusak akibat dilalui kendaraan berat proyek tol, karena belum ada kepastian tentang perbaikan jalan yang dilalui armada proyek masing-masing rekanan, baik
PT SMJ maupun Waskita.

Namun, persoalan itu akhirnya terselesaikan setelah pihak Pemkab Pekalongan, menggandeng Pemalang-Batang Toll Road (PBTR) bersama
rekanan pelaksana proyek melakukan pemetaan jalan rusak, beberapa waktu lalu. Dari pemetaan itu, diputuskan mana saja jalan yang menjadi
tanggung jawab masing-masing rekanan untuk melakukan perbaikan berdasarkan jalur keluar masuk kendaraan berat proyek tol.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU)
Kabupaten Pekalongan, Arif Gunawan, kemarin (24/1). Ia menyatakan,
pemetaan sudah dilakukan. Pemetaan itu dilakukan untuk mencari
ruas-ruas mana yang dilalui armada dari PT SMJ, dan mana yang dilalui
Waskita.

"Maka, sesuai dengan izin dispensasi penggunaan jalan kabupaten, yang
dialui sebagai jalur kendaraan proyek tol dari PT SMJ, yakni ruas
Jalan Bojong-Kedungjaran, Kedungjaran-Ringinpitu, Sragi-Ketanonageng,
Sragi-Ringinpitu, Sragi-Pait, Sedayu-Ketitang, Tangkil-Karangdowo, dan
Karangdowo-Rengas," jelas Arif.

Pihak SMJ menggunakan armada dam truk yang volumenya lebih dari 20
kibik untuk memenuhi pengurukan jalan tol. Hal ini membuat jalan
kabupaten rusak. Sampai kemarin, lanjut dia, PT SMJ baru memperbaiki
ruas Pait-Sragi yang titiknya berada di Wonosari, ruas
Sragi-Ringinpitu, dan Sragi-Purwodadi. "Perbaikan jalan yang dilakukan
PT SMJ menggunakan base course," kata dia.

Sementara, untuk jalur kendaraan proyek dari PT Waskita, yakni melalui
ruas Sragi-Purwodadi, Wiradesa-Bojong (jalan provinsi), serta ruas
Bojong-Surobayan-Rengas- Jajarwayang. Hingga Selasa kemarin, posisi
perbaikan yang sudah dilakukan Waskita sampai di Desa Jajarwayang,
dengan menggunakan cor. "Dari hasil diskusi, perbaikan akan diteruskan
ke Rengas, hingga beberapa ruas jalan lainnya yang terdampak kendaraan
besar proyek," ungkapnya.

"Kedua rekanan, baik SMJ maupun Waskita, sudah sepakat akan langsung
melakukan perbaikan apabila terjadi kerusakan jalan," katanya
menambahkan.

Selain meninjau jalan terdampak tol, pihaknya juga telah melakukan
peninjauan terhadap saluran-saluran drainase dan perairan pertanian
yang terputus karena imbas proyek tol. "Kami tetap memantau perbaikan
jalan terdampak tol ini. Agar perbaikan dapat berjalan lancar, dan
masyarakat aman serta di sisi lain tidak menghambat pembangunan proyek
nasional," tandasnya.

Lebih baru Lebih lama