KAJEN - Di lokasi TMMD, segala sesuatunya bisa terjadi, dan apabila kondisinya darurat akan ada profesi dadakan. Seperti yang dilakukan oleh Sertu Eko, salah seorang anggota Satgas TMMD Kodin Pekalongan, yang menjadi sopir dadakan di lokasi TMMD.
Usur punya usut, sopir mobil bak terbuka pengangkut material suatu saat berhalangan. Sementara semi lancarnya kegiatan TMMD, Sertu Eko pun mendadak menjadi supir cadangan. ''Tidak masalah, saya juga bsai nyopir. yang penting kegiatan berjalan terus,'' ungkapnya.
Tampaknya, Sertu Eko di Batalyon memang menjadi pengemudi. Tentang medan TMMD yang begitu berat, baginya tidak masalah. Pasalnya kondisi medan masih kalah berat dengan saat dia berada di penugasan seperti di Papua, Kalimantan Timur maupun di Aceh.
Adapula anggota TNI yang piawai operasikan Slender.
''Pak Tentara itu sekolahnya apa ya, kok kelihatanya serba bisa. Kami yang masyarakat kecil ini tahunya yangnamanya tentara itu ya isanya perang, baris berbaris,'' ungkap Nyaman (38), seorang warga Desa Rogoselo, yang tidak percaya begitu ada anggota TNI pandai operasionalkan slender mesin pengeras jalan.
Adalah Sertu Sri Widodo, yang tampak cukup lihai dalam mengoperasionalkan alat pengeras jalan itu. Orangpun mungkin bertanya-tanya harus kursus berapa bulan untuk bisa mengendalikan Slender. Ternyata, sudah menjadi kebiasaan bagi Sertu Sri Widodo karena sebelum di Kodim dia adalah anggota Yon Zipur Brawijaya.
Tags:
tentara
