KAJEN - Kepala
Unit Pengawasan Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Keuangan
Inklusif, KPwBI Tegal, Sutardi menjelaskan,Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI)
Tegal, berkoordinasi dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), Himpunan Bank
milik Negara (Himbara) dan BCA, akan menyiapkan ribuan kartu tiap
harinya dalam rangka pemberlakuan full non tunai sebagai pembayaran tol
atau e-Toll mulai 29 Oktober mendatang. Setiap hari melalui Himbara dan
BCA, akan disiapkan sebanyak 4.500 kartu e-Toll yang dibagi di dua pintu
tol yakni pintu Tol Pejagan dan Pintu Tol Brebes.
"Berdasarkan
rata-rata perhitungan dari tanggal 1 Oktober hingga 17 Oktober rata-rata
kebutuhannya diperkirakan untuk Tol Pejagan sebanyak 2.000 dan Tol
Brebes Timur 2.500," tuturnya dalam kegiatan Gathering BI bersama
wartawan, Sabtu (21/10).
Diterangkan, Untuk wilayah Tol Pejagan dan
Brebes Timur, penggunaan e-Toll dimulai sejak 29 Oktober hingga tanggal
31 Oktober ditambah tiga hari selanjutnya sampai tanggal 3 November.
"Untuk jumlah pengendara yang sudah menggunakan kartu e-Toll belum mencapai 50 persen. Sehingga kami terus koordinasikan untuk menyiapkan kartu dengan jumlah sesuai yang dibutuhkan pada tanggal tersebut," jelasnya.
Dijelaskan
bahwa selama masa pemberlakuan awal bank akan ikut menjual kartu di
gerbang tol baik secara langsung oleh petugas dari bank maupun
dititipkan kepada petugas tol. Karena kemungkinan untuk petugas dari
bank tidak bisa standby hingga malam hari sehingga perlu dititipkan.
"Untuk
saat ini, pemerintah masih mendistribusikan uang elektronik dengan
harga khusus, meskipun dalam jumlah terbatas. Untuk uang elektronik
harga khusus, dengan membayar Rp50.000, masyarakat akan memperoleh saldo
senilai Rp50.000. Uang elektronik harga khusus ini tersedia dengan
harga Rp50.000,dan Rp100.000. Sementara untuk harga normal, harga kartu
perdana uang elektronik berkisar Rp20.000. jadi dengan membayar
Rp50.000,masyarakat akan memperoleh saldo senilai Rp30.000."
Tags:
Warta Kajen
