Kajen – Kabupaten Pekalongan secara historis merupakan
wilayah yang dikenal dengan banyak lahirnya para qori dan qoriah yang mempunyi
prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Bahkan guru-guru internasional
juga banyak yang berasal dari Pekalongan. Oleh karena itu saya berharap modal
sosial ini untuk bisa digarap secara serius. Karena potensi alamiah ini yang
sudah ada akan kita kembangkan.
Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip
Kholbihi, SH., M.Si saat melepas khafilah MTQ Pelajar Tingkat Provinsi Jawa Tengah
asal Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/11/2017) kemarin pagi di ruang rapat
Bupati.
Dengan melihat potensi tersebut, Bupati mewacanakan
akan membangun Kampung Quran di Kabupaten Pekalongan. Dan rencananya daerah
yang akan menjadi pioneer adalah di Desa Proto Kecamatan Kedungwuni. Hal
tersebut, kata Bupati, sangat beralasan karena di Desa Proto itu ratusan lahir
para hafidz dan hafidzoh (para penghafal Al Quran).
Di Kabupaten Pekalongan saat ini sudah ada kampung
batik di Wiradesa, kampung tahu di Bojong yang sudah banyak dikunjungi oleh
tamu-tamu dari luar daerah. Maka dari itu, Bupati akan wacakan bangun Kampung
Quran di Desa Proto Kecamatan Kedungwuni.
Kepada para peserta MTQ, Bupati sampaikan terima kasih
atas pengorbannya untuk membawa nama baik Kabupaten Pekalongan. Bupati doakan
semoga para khafilah MTQ Pelajar akan bermanfaat ilmunya dan bisa berprestasi
di tingkat Jawa Tengah. MTQ Pelajar di tingkat Jawa Tengah ini kita jadikan
ajang untuk mulai mengasah kemampuan kita sekaligus mengevaluasi.
“Untuk yang juara I akan saya berikan hadiah khusus.
Untuk itu, selamat berjuang, jaga kesehatan dan saya berdoa belajarnya
adik-adik di sekolah masing-masing akan semakin bagus ketika berprestasi di
tingkat Provinsi,” imbuhnya.
Adapun tempat pelaksanaannya di Surakarta, mulai
tanggal 15 hingga 18 Nopember yang akan datang. Semoga khafilah Kabupaten
Pekalongan berhasil. Amiin.
Tags:
Warta Kajen