KAJEN – Ikhlas dalam berorganisasi adalah hal yang penting,hal tersebut ditekankan oleh Bupati
Pekalongan Asip Kholbihi saat menghadiri dan memberikan pengarahan dalam Konferensi Majelis Wakil Cabang
Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Wonokerto, Minggu (21/01) pagi di MIS Bebel Wonokerto.
Bupati berpesan kepada segenap pengurus NU baik di tingkat Cabang, MWC maupun Ranting
untuk secara ikhlas dan lillahi ta’alaa karena akan banyak hikmah yang akan
kita peroleh tanpa kita sadari. Sebagai contoh Bupati menceritakan bagaimana
dirinya menjadi orang nomor satu di Kota Santri saat ini.
“Saya
dulu juga pernah menjadi pengurus MWC NU Kedungwuni, kemudian pengurus Cabang.
Bahkan jaman Gus Dur, saya menjadi salah satu pengurus Lakpesdam dan Robithoh
Maarif Islamiyah Pusat,” ujarnya.
Dari
hasil Konferensi MWC NU Kecamatan Wonokerto telah terpilih Kyai M. Alwi Hamim
sebagai Ra'is Syuriyah dan Ahmad Zaki, S.Pd sebagai Ketua Tanfidziyah untuk
masa khidmah 2018-2023. Semoga
penuh barokah dan tambah amanah.
Tantangan
menjadi Ketua MWC NU Wonokerto ke depan, kata Bupati, tidaklah mudah karena ada
beberapa proyek nasional dan regional yang akan tiba di Wonokerto.
“Kami sedang
melakukan studi untuk pasca berdirinya tanggul melintang proyek Provinsi dan
Pusat. Dalam minggu depan akan dilakukan ground breaking. Untuk kajian-kajian
sosialnya saya minta dibantu oleh MWC NU Wonokerto ini,” kata Bupati.
Dijelaskan
Bupati, setelah tanggul melintang jadi, yang sebelah utaranya itu akan seperti
apa, ini Bupati telah meminta dari Roterdam University maupun HHSK (Dewan Air
di Belanda) yang siap membantu Kabupaten Pekalongan dalam konteks water
management.
“Jadi proyek tanggul melintang itu spektakuler dan saya meyakini
akan merubah kultur sosial, ekonomi, budaya masyarakat Wonokerto. Ini adalah
tantangan Ketua MWC NU ke depan,” imbuhnya.
Tags:
Warta Kajen