KAJEN - Kegiatan penarikan KKN Mahasiswa Unikal berlangsung di pendopo Kecamatan Bojong, Kamis (8/2).
Senada dengan Bupati, Wakil Rektor I Unikal Dr. Halimah mengharapkan para mahasiswa yang telah usai melaksanakan KKN untuk tidak begitu saja melupakan ataupun meninggalkan desa tempat ber-KKN. Namun sebaliknya, kata Dr. Halimah, suatu saat nanti para mahasiswa bisa memfollow-up bagaimana perkembangan masyarakat desa yang dijadikan tempat KKN itu benar-benar menindaklanjuti apa yang pernah menjadi program para mahasiswa yaitu program keluarga berencana.
Mahasiswa Universitas Pekalongan yang telah selesai melakukan kuliah kerja nyata di 13 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan selama 1 bulan yakni mulai 9 Januari hingga 8 Februari 2018 tersebut berjumlah 709 mahasiswa, terdapat mahasiswa dari negara Brunei Darusalam sejumlah 9 orang dalam rangka pertukaran pelajar dengan mahasiswa Unikal.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada civitas akademika Unikal yang telah melakukan KKN di 13 Kecamatan di Kabupaten Pekalongan selama 1 bulan.
“Saya perintahkan kepada Kepala Bappeda dan Litbang agar nanti hasil-hasil karya KKN Mahasiswa Unikal ini difollow-up untuk menjadi program di masing-masing OPD terutama yang menyangkut pemberdayaan sumber daya alam untuk kita jadikan contoh. Jadi hasil KKN dinaikan menjadi produk unggulan masyarakat desa dan kemudian akan kita jadikan the best practice,” ujarnya.
Bupati berharap KKN Mahasiswa Unikal akan bermanfaat bagi peningkatan angka partisipasi akseptor KB di Kabupaten Pekalongan. Disamping juga terjadi pengembangan sumber daya yang ada di desa, utamanya adalah termotivasinya masyarakat desa untuk bisa menyekolahkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Senada dengan Bupati, Wakil Rektor I Unikal Dr. Halimah mengharapkan para mahasiswa yang telah usai melaksanakan KKN untuk tidak begitu saja melupakan ataupun meninggalkan desa tempat ber-KKN. Namun sebaliknya, kata Dr. Halimah, suatu saat nanti para mahasiswa bisa memfollow-up bagaimana perkembangan masyarakat desa yang dijadikan tempat KKN itu benar-benar menindaklanjuti apa yang pernah menjadi program para mahasiswa yaitu program keluarga berencana.
Sementara itu, Ketua KKN Ubad Badrudin, SP.MP dalam laporannya menyampaikan bahwa KKN yang bertemakan Kampung KB tersebut dilakukan bersinergi dengan program yang ada di Pemerintah Kabupaten Pekalongan.
Dijelaskan Ubad, lokasi KKN berada di 78 Dukuh Kampung KB di 13 Kecamatan Kabupaten Pekalongan. Dari 13 Kecamatan dipilih 2 Desa dan di masing-masing Desa dipilih 3 Dukuh atau 3 kelompok KKN, masing-masing kelompok terdiri dari 8 hingga 9 mahasiswa. Lokasi KKN masing-masing di Kecamatan Wonokerto, Talun, Kedungwuni, Doro, Wonopringgo, Bojong, Karanganyar, Paninggaran, Kajen, Buaran, Kesesi, Sragi dan Karangdadap.
“Alhamdulillah semua program telah selesai dilaksanakan para mahasiswa, termasuk sepekan safari KB. Jadi di masing-masing Desa yang menjadi tempat KKN, para mahasiswa melaksanakan penjaringan kepada masyarakat untuk ikut KB dan alhamdulillah banyak yang mau ikut,” jelasnya.
Tags:
Warta Kajen
