Paninggaran - Jalan yang berada di Sibelis, Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan merupakan jalur propinsi penghubung Kabupaten
Pekongan dan Kabupaten Banjarnegara, Kamis (22/02) pagi, diketahui
amblas dengan kedalaman 1 meter, lebar 20 meter dan panjang mencapai
30 meter.
Akibat amblasnya jalan tersebut, jalur penghubung dua kabupaten sempat terputus total dari pukul 04.00-10.00 wib.
“Kita
tadi pagi menerima laporan, jalan amblas dan memang selama beberapa jam
tidak bisa dilalui,” Kata AKP Priya, Kapolsek Paninggaran, saat ditemui
detikcom dilokasi terjadinya longsor, Kamis (22/02).
Menurutnya, sebelumnya Rabu malam, terjadi hujan besar di lokasi
kejadian. Jalan yang amblas merupakan jalan yang labil, yang memang sering sekali
amblas.
Seorang pengemudi truk Sulis (45), mengaku dirinya tidak bisa berjalan karena jalan amblas sejak pukul 03.00.
“Dari
tadi belum bisa melintas, sejak jam tiga pagi. Tidak tahu ini bisa
melintas atau tidak,” kata Sulis pengemudi truk yang mengangkut kayu
dari arah Banjarnegara menuju Semarang.
Setelah
dilakukan upaya gotong royong TNI-Polri, dan warga, jalan propinsi
sejak siang ini bisa dilalui, namun hanya kendaraan kecil.
Sementara itu Kepala Desa Tenogo, Agus Susilo ketika dihubungi melalui sambungan telpon mengatakan, jika jalan sibelis sedari pagi sekitar pukul 03.00 wib. Kendaraan berat belum bisa melewati jalur tersebut, sementara hanya sepeda motor saja.
"jalan amblas ke dua sisinya sekitar 30 meter, dan lebih parah dari minggu lalu, sementara kendaraan berat belum bisa lewat, menunggu perbaikan," jelas Agus.
“Menurut Maridi,petugas Balai Pelaksana Teknis
Bina Marga Propinsi Jawa Tengah wilayah Pekalongan, Jalan
belum normal sepenuhnya. Jalan hanya bisa dilalui kendaraan yang
berkapasitas maksimal 5 ton".
Lokasi
jalur Sibelis Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, merupakan jalur yang
labil, kerap longsor. Menurut Maridi, sebelumnya di Bulan Januari
2014, sempat amblas sedalam 2 meter. Tanggal 15 febuari 2018, jalan
dilokasi yang sama turun lagi 50 meter dan kamis (22/02 ) ini amblas
kembali 1 meter.
Dijelaskan Maridi, jalur akan kembali normal diperkirakan sampai sepekan lagi, sembari dilakukan pemadatan dan pengerjaan.(NK)
Tags:
Warta Kajen

