Konferensi Cabang IPNU/IPPNU Ke 19

KAJEN –  Bupati H.Asip Kholbihi,SH,Msi membuka Konferensi Cabang IPNU/IPPNU Kab. Pekalongan ke 19 di SMP NU dan MA NU Karangdadap-Pekalongan Kamis malam (1/3).

"Demi untuk memajukan dan mencerdaskan masyarakat Kabupaten Pekalongan,saya bertekad membangun Kabupaten Pekalongan menjadi kota pendidikan, sebagai alternatif dari Yogyakarta dan Surakarta. Cita-cita  untuk meningkatkan kualitas pendidikan ini  dilakukan berbagai ikhtiar , diantaranya dengan membangun beberapa sarana pendidikan, menyediakan sarana baca termasuk juga membuka kesempatan bagi kader IPNU/IPPNU  untuk masuk ke sekolah-sekolah negeri di bawah naungan Kementrian Agama. "

Menurut Bupati, dalam upaya memajukan pendidikan masyarakat kabupaten Pekalongan ini ada sasaran jangka pendek yang akan didapatkan yaitu naiknya angka partisipasi kasar dan pertumbuhan ekonomi yang baru. 

Lebih lanjut Bupati mengajak para Kader NU di Kabupaten Pekalongan untuk bahu membahu membumikan IPNU/IPPNU di seluruh Kabupaten Pekalongan. Ada kaidah yang menurut Bupati sangat relevan ketika harus melanjutkan mandat organisasi. Yang pertama adalah dengan mempertahankan apa yang sudah baik dan yang kedua kita dituntut untuk selalu melakukan dan mengeksplor hal-hal yang baik sambil terus menerus menggali hal-hal baru yang lebih baik.

“Kita tidak boleh berhenti karena salah satu misi terbesar kita adalah menjawab dinamika yang terjadi di tingkat pelajar di era sekarang ini,” tambahnya.

Terkait dengan dipersilahkannya IPNU/IPPNU masuk ke sekolah-sekolah negeri dibawah naungan Kemenag, Asip berpesan untuk diingat bahwa tantangannya sangat besar yaitu bagaimana melakukan transformasi organisasi IPNU/IPPNU terhadap kebiasaan yang sudah ada, karena hal yang memang sudah terjadi di sekolah negeri, mereka sudah terbiasa dengan organisasi yang didirikan oleh pemerintah yaitu OSIS.

 “Hal yang paling penting untuk menjadi bekal kita sebagai kader adalah disamping menguasai khasanah keilmuan keagamaan yang memadai, juga bagaimana kalian meyakinkan mereka bila ada distorsi pemahaman keagamaan yang diluar mainstream kita. Jadi tidak mudah karena era sekarang ini mengenal budaya yang tidak mengenal batas!,” pesannya.

Ditambahkan Bupati bahwa IPNU/IPPNU mempunyai strata yang strategis dan tugas yang luar biasa untuk bisa melakukan transpormasi keilmuan dan keagamaan yang benar yang sesuai dengan kaidah.

“Cara ini adalah langkah yang mulia karena disamping untuk melaksanakan pemahaman keagamaan yang benar juga untuk menangkal isu radikal. Mudah-mudahan kader ini kelak akan menjadi orang yang bermanfaat baik ilmu maupun tenaganya. Semoga kita kuat, doakan saja!,” ujarnya.

Sementara itu Pimpinan Wilayah IPNU/IPPNU Jawa Tengah Satria Farhan mengatakan bahwa IPNU/IPPNU adalah organisasi keterpelajaran dibawah jam’iyah Nahdlatul Ulama yang mempunyai tanggungjawab yang besar sebagai pintu gerbang kaderisasi jam’iyah NU.

 “Kabupaten Pekalongan ini sebagai salah satu barometer IPNU/IPPNU di Jawa Tengah yang kaderisasinya aktif. Alhamdulillah,” tambahnya.


Lebih baru Lebih lama