Jokowi-JK Perkenalkan Seragam Kampanye


Kandidat presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kandidat wakil presiden Jusuf Kalla (JK) memperkenalkan seragam yang akan digunakan dalam kampanye Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.

Untuk kepentingan Pilpres tahun ini, seragam kampanye yang dikenakan oleh kedua kandidat saling berbeda satu sama lain. Jokowi menggunakan kemeja motif kotak-kotak berwarna merah, putih dan biru, sedangkan JK mengenakan kemeja polos berwarna putih.

"Ini adalah baju yang akan kita kenakan sampai Pilpres 9 Juli 2014 nanti. Jokowi pakai yang kotak-kotak, Pak JK pakai kemeja putih polos," kata Jokowi usai melakukan pengambilan gambar bersama JK di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (27/5).

Menurut dia, seragam kampanye tersebut memang sengaja dibuat berbeda untuk mewakili semboyan Bhinneka Tunggal Ika atau keanekaragaman yang ada di Indonesia.
"Indonesia itu kan berwarna-warni. Ini ke-Bhinneka-an kita. Mau pakai kotak-kotak silahkan. Mau pakai putih silahkan. Pakai kotak-kotak yang modelnya beda juga tidak apa-apa," ujar Jokowi.

Lebih jauh, dia memaparkan perbedaan seragam kampanye tersebut juga memiliki arti lain, yaitu perbedaan yang saling melengkapi satu sama lain.

"Memang ini berbeda, artinya saling melengkapi. Pak JK berpengalaman, dan saya muda. Ini adalah suatu simbol sinergi. Jadi, tidak perlu harus selalu satu ragam," tutur Jokowi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, JK mengaku tidak mempermasalahkan perbedaan seragam kampanye yang dikenakan oleh keduanya. "Kan kita bukan anak TK atau anak SD lagi. Jadi, tidak perlu seragaman lah. Ini artinya Bhinneka Tunggal Ika," ungkap JK.

JK mengungkapkan kemeja polos tersebut dipilih atas dasar kesenangannya mengenakan pakaian tersebut ketika masih menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI.
"Sejak dulu saya memang suka pakai yang polos-polos. Waktu saya jadi Wapres dulu, saya pakai polos terus. Intinya, saya tetap menjadi saya, Pak Jokowi tetap menjadi Pak Jokowi. Jadi, kita ini bisa dibilang satu matahari, dua energi," tambah JK.
(sumber:republika)
Lebih baru Lebih lama