Diduga Selingkuh, Kades Mesoyi Mengundurkan Diri

AKSI - Warga Desa Mesoyi, Talun, menggelar aksi teatrikal di balai desa setempat Jumat sore. Mereka menuntut, oknum kepala desa yang diduga selingkuh mundur. TRIYONO / RADAR PEKALONGAN
Lantaran didesak warga, Kepala Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, Drajat, akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Warganya menuntut oknum kepala desa ini untuk mundur karena diduga selingkuh dengan warga setempat.

Salah seorang warga Desa Mesoyi, Sodikin, Sabtu (31/5) kemarin, mengatakan, setelah dilakukan pertemuan yang difasilitasi pihak kecamatan, oknum kepala desa akhirnya mengundurkan diri. Surat pengunduran diri itu telah dibuat oleh kepala desa tadi malam (Jumat malam, 30/5).

Sebelumnya, ratusan warga turun ke balai desa untuk menuntut oknum kepala desa itu mundur lantaran diduga melakukan perselingkuhan. Menurut rencana, aksi demo dilakukan warga pada Jumat siang (30/5), akan tetapi karena ada warga desa setempat yang meninggal dunia, aksi baru dilakukan pada Jumat sore hingga malam hari.

Sebenarnya, proses mediasi juga dilakukan pada Jumat siang dengan difasilitasi pihak kecamatan di kantor Kecamatan Talun. Akan tetapi, atas desakan warga, proses mediasi pun dilakukan di kantor balai desa setempat, Jumat malam, pukul 20.00. “Dalam proses tersebut tidak ada keributan. Hanya ada adu argumentasi yang akhirnya kepala desa membuat surat pengunduran diri,” ungkapnya.

“Usai mundurnya kades, balai desa yang sempat disegel warga kembali dibuka lagi. Terkait proses menikahi perempuan yang diduga selingkuhannya, itu tergantung pihak keluarga pihak perempuan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Talun, Suprapto, mengatakan, proses mediasi yang dihadiri ratusan warga itu berjalan dengan aman. “Mediasi berlangsung aman dengan dihadiri ratusan warga,” kata dia.
Untuk sekadar diketahui, warga Desa Mesoyi, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan menggelar aksi di depan balai desa setempat, Jumat Sore (30/5). Aksi ini diwarnai dengan penyegelan balai desa setempat dan aksi teatrikal yang dilakukan oleh warga. Mereka menuntuk, agar oknum kepala desa setempat yang diduga selingkuh, segera mundur dari jabatannya.
(sumber:radarpekalongan)
Lebih baru Lebih lama