Konflik Gaza terus menelan korban jiwa. Hampir 600 warga Palestina tewas selama operasi militer Israel di Gaza yang hingga kini terus berlangsung.
Para pemimpin Hamas yang menguasai Gaza bersikeras menolak menyetujui gencatan senjata tanpa syarat. Sementara Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menegaskan, dirinya akan melakukan apapun yang perlu untuk mengamankan warga Israel dari serangan-serangan Hamas.
Menurut pejabat kesehatan Palestina seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (22/7/2014), sejauh ini sudah 565 warga Palestina yang tewas akibat rentetan serangan Israel di Gaza.
Pada Senin, 21 Juli, pesawat-pesawat tempur Israel membombardir rumah-rumah dan sebuah gedung bertingkat di Gaza City. Serangan itu menghancurkan bangunan-bangunan tersebut dan menewaskan 11 orang, termasuk enam orang yang berasal dari satu keluarga. Sebanyak 40 orang lainnya luka-luka dalam serangan udara tersebut.
Sementara itu, tank-tank Israel menggempur sebuah rumah sakit di Gaza tengah hingga merenggut empat nyawa dan melukai puluhan orang lainnya. Menurut militer Israel, serangan tersebut menargetkan roket-roket yang disembunyikan di dekat rumah sakit itu. Israel pun menuding para militan Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng atau perisai hidup.
Menurut al-Kidra, sedikitnya 565 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 3.600 terluka dalam dua pekan terakhir ini.
Di pihak Israel, tujuh tentara tewas dalam pertempuran dengan para pejuang Hamas pada Senin, 21 Juli. Sehingga sejauh ini sudah 25 tentara Israel yang tewas selama operasi militer di Gaza. Angka ini dua kali lipat lebih dari jumlah korban Israel selama serangan darat di Gaza pada tahun 2009 lalu.
(sumber:detik)
Capres nomor urut 2, Joko Widodo yang juga merupakan gubernur DKI
Jakarta nonaktif mengaku telah mengusulkan sebanyak 30 nama calon wakil
gubernur yang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur
bila dirinya ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih untuk masa jabatan
2014-2019.
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
Capres
nomor urut 2, Joko Widodo yang juga merupakan gubernur DKI Jakarta
nonaktif mengaku telah mengusulkan sebanyak 30 nama calon wakil gubernur
yang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur bila
dirinya ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih untuk masa jabatan
2014-2019.
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
Capres nomor urut 2, Joko Widodo yang juga merupakan gubernur DKI
Jakarta nonaktif mengaku telah mengusulkan sebanyak 30 nama calon wakil
gubernur yang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur
bila dirinya ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih untuk masa jabatan
2014-2019.
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
Capres nomor urut 2, Joko Widodo yang juga merupakan gubernur DKI
Jakarta nonaktif mengaku telah mengusulkan sebanyak 30 nama calon wakil
gubernur yang akan mendampingi Basuki Tjahaja Purnama sebagai gubernur
bila dirinya ditetapkan KPU sebagai presiden terpilih untuk masa jabatan
2014-2019.
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
"Usulannya belum. Berapa nama? 30 Nama.." ujar Jokowi sambil tertawa di sebuah restoran di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/7/2014).
Terkait dengan mengerucutnya dua nama kandidat kuat pengganti Ahok sebagai Wagub, yaitu Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin dan mantan walikota Blitar Djarot Syaiful, Jokowi mengatakan kemungkinan dua orang tersebut yang akan dipilih cukup besar. "Bisa Pak Boy, bisa Pak Djarot. Ya saya Nggak tahu," ucapnya.
Walau punya hak untuk mengusulkan, Jokowi mengaku tidak bisa memilih siapa yang akan mengisi kekosongan jabatan Wagub. Menurutnya, kewenangan untuk memilih cawagub berada pada internal partainya.
"Kok maunya saya? Saya tidak punya kewenangan. Saya itu cuma mengusulkan," ucapnya.
Jokowi mengaku saat ini pihaknya masih fokus menunggu hasil pengumuman rekapitulasi suara yang akan disampaikan pada Selasa (22/7/2014) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). "Ini urusannya gini loh, selesaikan dulu satu-satu, pilpres kelar, tahap kedua mengundurkan diri, baru tahap ketiga (wagub)," ucap Jokowi. - See more at: http://news.liputan6.com/read/2081380/jokowi-usulkan-30-nama-cawagub-pengganti-ahok#sthash.ngL7F99k.dpuf
Tags:
Nasional