Sebanyak 638 calon jamaah haji (Calhaj) asal Kabupaten Pekalongan yang akan diberangkatkan tahun ini. Jumlah tersebut sudah termasuk 118 orang atau 20 persen Calhaj yang pemberangkatannya tertunda di tahun 2013, lantaran adanya proyek renovasi di Masjidil Haram.
Demikian diungkapkan Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah KanKemenag Kabupaten Pekalongan, Fauzan Asyari, saat ditemui Radar dalam acara Pembukaan Bimbingan Manasik Haji Mandiri Kabupaten Pekalongan Tahun 2014, di GPU Kajen, kemarin (21/7). Kata dia, calon jamaah haji yang ditunda pemberangkatannya di tahun 2013 lalu, akan diprioritaskan ke makkah tahun ini.
“Penundaan keberangkatan 20 persen calon jamaah haji tahun lalu, dikarenakan masih ada perehaban Masjidil Haram. Akibatnya, selama proses rehab, membuat kuota haji di Jawa Tengah berkurang dari 29 ribu jamaah menjadi 23 ribu jamaah saja,” jelasnya.
“Perkiraan dari sana, proses perehaban itu akan selesai tahun 2017. Setelah itu, kuota haji di Indonesia akan kembali normal,” tambahnya.
Untuk pemberangkatan 638 jamaah di tahun ini, kata Fauzan, terbagi menjadi dua kloter, yakni kloter lima dan kloter 6. Masing-masing kloter terdiri dari 370 jamaah. “Untuk kloter lima ada 315 jamaah, dan sisanya digabung dengan jamaah asal Kota Pekalongan. Sementara, kloter enam ada 313 jamaah, sisanya digabung dengan jamaah asal Kabupaten Tegal,” terangnya.
“Pemberangkatan ibadah haji itu, perkiraan akan dilaksanakan pada bulan September,” imbuhnya.
Sedang terkait kegiatan pembukaan itu, ia menuturkan, seluruh Calhaj asal Kabupaten Pekalongan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka dari 8 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) di Kota Santri. Tujuannya, untuk memberikan bekal kepada calon jamaah asal Pekalongan agar bisa semakin siap menjalankan Ibadah di Tanah Suci.
“Dalam kegiatan ini, kita juga memperkenalkan tim medis yang akan mendampingi mereka selama ibadah haji. Yakni, dari Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kabupaten Pekalongan yang jumlahnya ada 9 dan Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD) Kabupaten Pekalongan yang berjumlah 3 orang,” tandasnya.
Ia berharap, Calhaj di Kabupaten Pekalongan tahun ini dapat melaksanakan ibadah hajinya dengan lancar. “Semoga haji-haji di Kabupaten Pekalongan bisa mabrur dan pulang dengan selamat,” pungkasnya.
(sumber:Raddarpekalongan)
Ketidaktahuan
cara makan buah-buahan yang baik dan tepat, justru acap kali
menimbulkan permasalahan. Terkadang, banyak yang mengeluh bahwa setelah
makan buah, membuat perut menjadi tidak enak (eneg) dan kembung. Jika
sudah seperti itu, jangan buah yang disalahkan, melainkan caranya yang
patut Anda ketahui.
Namun, bolehkah mengonsumsi buah-buahan dalam keadaan perut kosong? Terlebih buah yang asam seperti jeruk, nanas, dan mangga?
Menurut Dr Muhammad Suwardi, sesungguhnya buah yang berasa asam hanyalah penggolongan secara botani. Tapi, semua jenis buah-buahan apabila sudah masuk ke dalam lambung, akan bersifat alkali atau basa.
"Buah yang masih mentah atau mangkal biasanya berasa masam, kecut, atau pahit. Maka itu, ada baiknya memilih buah yang matang di pohon, karena kadar fruktosanya (senyawa karbohidrat) sempurna," kata Suwardi ditulis Health Liputan6.com pada Senin (21/7/2014)
Suwardi mengatakan, jangan memilih buah yang masih mentah karena proses pembentukan gulanya belum sempurna, dan kurang baik untuk pencernaan.
Sekarang ini, lanjut Suwardi, banyak ditemukan di pasaran buah yang mentah yang diperam agar cepa matang. Sebenarnya, tindakan tersebut dinilai kurang baik. "Akan lebih baik jika buah dibiarkan matang dengan sendirinya," kata dia menambahkan.
Dikatakan Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia,sebab proses enzim masih terus berjalan, meski pun buah sudah dipetik dari pohon.
Tapi, hal ini hanya terjadi pada buah-buahan tertentu saja, seperti buah mangga, pisang, melon, apel, dan alpukat.
"Khusus buah anggur dan beri, proses pematangan akan terhenti dan mati setelah dipetik dari pohon. Jadi, kecuali kedua buah itu, buah amsih bernapas dan menghasilkan gas etilena (gas yang memacu fungsi-fungsi kimia buah yang dapat mematangkan buah) meskipun telah dipetik," kata dia menjelaskan. - See more at: http://health.liputan6.com/read/2081134/saat-perut-kosong-bolehkah-makan-buah-masam#sthash.X18E44gz.dpuf
Namun, bolehkah mengonsumsi buah-buahan dalam keadaan perut kosong? Terlebih buah yang asam seperti jeruk, nanas, dan mangga?
Menurut Dr Muhammad Suwardi, sesungguhnya buah yang berasa asam hanyalah penggolongan secara botani. Tapi, semua jenis buah-buahan apabila sudah masuk ke dalam lambung, akan bersifat alkali atau basa.
"Buah yang masih mentah atau mangkal biasanya berasa masam, kecut, atau pahit. Maka itu, ada baiknya memilih buah yang matang di pohon, karena kadar fruktosanya (senyawa karbohidrat) sempurna," kata Suwardi ditulis Health Liputan6.com pada Senin (21/7/2014)
Suwardi mengatakan, jangan memilih buah yang masih mentah karena proses pembentukan gulanya belum sempurna, dan kurang baik untuk pencernaan.
Sekarang ini, lanjut Suwardi, banyak ditemukan di pasaran buah yang mentah yang diperam agar cepa matang. Sebenarnya, tindakan tersebut dinilai kurang baik. "Akan lebih baik jika buah dibiarkan matang dengan sendirinya," kata dia menambahkan.
Dikatakan Ketua Forum Kajian Islam dan Kedokteran Indonesia,sebab proses enzim masih terus berjalan, meski pun buah sudah dipetik dari pohon.
Tapi, hal ini hanya terjadi pada buah-buahan tertentu saja, seperti buah mangga, pisang, melon, apel, dan alpukat.
"Khusus buah anggur dan beri, proses pematangan akan terhenti dan mati setelah dipetik dari pohon. Jadi, kecuali kedua buah itu, buah amsih bernapas dan menghasilkan gas etilena (gas yang memacu fungsi-fungsi kimia buah yang dapat mematangkan buah) meskipun telah dipetik," kata dia menjelaskan. - See more at: http://health.liputan6.com/read/2081134/saat-perut-kosong-bolehkah-makan-buah-masam#sthash.X18E44gz.dpuf
Tags:
Warta Kajen