WIRADESA – Dua pekan jelang Lebaran 1435 Hijriyah, harga daging kambing di Pasar Tradisional Wiradesa melejit hingga tembus Rp 120 ribu/ kilogram. Adanya kenaikan harga selisih Rp 35 ribu/ kilogram dibanding hari biasa, kini membuat omset penjualan pedagang turun hingga 50 persen.
Dari 85 Ribu jadi Rp 120 Ribu/ Kilogram
Hal itu dibenarkan Iklimiyah, salah seorang penjual daging di Pasar Wiradesa. Kata dia, kenaikan harga sudah berjalan sekitar tiga minggu yang lalu. Kenaikkan itu merupakan hal yang wajar lantaran memasuki bulan Ramadan. Sedangkan penurunan permintaan diakibatkan banyaknya masyarakat yang beralih untuk mencari pengganti daging kambing, selain itu dengan memasuki tahun ajaran baru siswa sekolah ini, membaut tingkat konsumsi dagi menurun. Karena hampir semua masyarakat yang memiliki anak sekolah sedang fokus ke pendidikan anak-anaknya.
“Adanya kenaikan harga kambing mencapai RP 120 ribu dari Rp 85 ribu sekarang ini membuat omset penjualan turun. Kalau hari biasa kami bisa menjual daging mencapai 60 kilogram, sedangkan saat ini hanya 40 kilogram,” ungkapnya.
Sedangkan untuk harga daging sapi, lanjut perempuan asal Kauman Wiradesa itu, mengaku kini masih stabil Rp 95 ribu sampai Rp 100 ribu/ kilogram.
“Kalau daging sapi masih stabil, dan itupun kita melihat pembelinya. Apabila pembeli seorang pedagang harga tidak mencapai Rp 100 ribu, karena mereka juga harus mengambil keuntungan lagi,” imbuhnya.
Senada apa yang dikatakan Ratinah (49) asal Keptihan. Ia mengaku bahwa harga daging yang melambung tinggi yaitu kambing, sedangkan harga dagung sapi masih stabil dan terjangkau. Hal itu terbukti hingga saat ini banyak masyarakat yang memilih membeli daging sapi.
(sumber:Radarpekalongan)
Tags:
Warta Kajen