Komitmen tersebut diapresiasi oleh pakar hukum internasional Hikmahanto Juwana. “Komitmen ini penting karena menjadi cermin bagi kedewasaan berdemokrasi Indonesia di mata dunia,” kata Hikmahanto dalam keterangan tertulisnya pada detikcom, Sabtu (11/10/2014).
Guru Besar Hukum Internasional UI ini berujar presiden-wakil presiden oleh MPR nantinya akan dapat sorotan internasional. Sebab banyak negara yang mengakui keberhasilan demokrasi di Indonesia pasca reformasi.
Namun tak cukup hanya komitmen pimpinan. Menurut Hikmahanto, pimpinan lembaga tersebut perlu memastikan agar interupsi tidak dilakukan oleh anggota masing-masing. Bahkan tidak ada pengerahan-pengerahan massa yang berujung pada anarki.
Sebab kalau situasi kondusif tidak tercipta, tentu dunia akan bereaksi. Efek yang timbul, diprediksinya, yakni keluarnya investor asing dari pasar modal Indonesia dan dan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan.
Hikmahanto juga menilai langkah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan agenda pelantikan agar berjalan lancar, sudah tepat. Menurutnya persiapan transisi pemerinatah dari SBY-Boediono ke Jokowi-JK harusnya jadi prioritas pemerintahan SBY sekarang.
“Bila pelantikan berjalan lancar maka Presiden SBY akan dikenang tidak saja oleh publik Indonesia tetapi juga masyarakat internasional sebagai Presiden Indonesia yang memastikan transisi mulus (smooth transition) dari pemerintahan lama ke pemerintahan baru,” kata dia.
“Namun jika sebaliknya, Presiden SBY akan mendapat kecaman dan demokrasi yang dibangun secara susah payah oleh beliau akan runtuh seketika,” imbuhnya.
(sumber:detik)
Tags:
Nasional