KAJEN – Meski DIY dan Jawa Tengah diprediksi bakal mengalami krisis listrik, ternyata di Kabupaten Pekalongan memiliki potensi listrik yang berasal dari sumber daya air terbilang cukup tinggi hingga 78 Meggawat (MW). Adapun potensi itu berada di empat Daerah Aliran Sungai (Das) di Kota Santri.
Empat Das itu diantaranya, Kupang berada di perbatasan Batang-Pekalongan, Sengkarang, Sragi, Comal.
Untuk itu Pemerintah Kabupaten Pekalongan kini berusaha untuk memanfaatkan potensi air yang ada, dengan menarik investor guna mendirikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM). Sebab PLTM merupakan salah satu pembangkit yang ramah lingkungan, yang membuat sumber daya tetap stabil.
Bahkan potensi air tersebut sudah lama digunakan untuk masyarakat daerah pegunungan dengan mendirikan PLTMH, selanjutnya disalurkan ke masyarakat. Namun untuk pemanfaatkan kali ini, Listrik akan disalurkan ke masyarakat yang sebelumnya dijual terlebih dahulu ke pihak PLN.
“Jadi saya melihat potensi yang ada di Kabupaten Pekalongan dengan mikrohidro ini saya harus berikan kesempatan kepada kawan-kawan para investor untuk memanfaatkan potensi, dan Alhamdulilah kita memiliki sekitar 78 Meggawat. Adapun yang sudah tergarap 33 ijin sudah kita keluarkan,” terang Bupati Pekalongan, H Amat Antono ketika meninjau lokasi proyek pembangunan PLTM Lebakbarang, Desa Bantar Kulon.
Sementara untuk pembangunan PLTM kini fisik sudah hampir 30 persen, yang ditargetkan pada Oktober 2015 bakal menyala. Untuk itu, ia datang memberikan motivasi guna memberikan peran apa yang dilakukan selama ini supaya bisa berjalan dengan cepat.
“Jawa tengah masih memerlukan listrik bahkan kemarin bekerja dengan Kalimantan, untuk itu potensi yang ada di Jateng itu harus kita manfaatkan dengan optimal,” lanjutnya.
Manager Teknis PLTM Lebakbarang, Farid Waji mengatakan bahwa pembangkit listrik memiliki kapasitas listrik 7 Meggawatt, yang ditargetkan proses pembangunan selesai Oktober 2015 mendatang.”Dari perusahaan kami berinvestasi untuk pembangunan PLTM guna menanggulangi krisis listrik yang ada di Jawa Tengah, dan dipastikan Oktober 2015 listrik bakal menyala,” imbuhnya.
Adapun dalam peninjauan ke lokasi PLTM Lebak Barang, bupati didampingi oleh Kepala Bappeda, dan Kepala PSDA Kabupaten Pekalongan.
(sumber:radarpekalongan)
Tags:
Warta Kajen