UNTUK KURANGI AKI, FORUM MASYARAKAT MADANI DIKUKUHKAN

 KAJEN – Untuk mensupport dan mendukung program penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pekalongan, Kamis (27/8) pagi tadi 31 orang masyarakat yang terdiri dari lintas organisasi baik organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan Lembaga Sosial Masyarakat dikukuhkan sebagai Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMM-KIA) di Aula Lantai 1 Sektda Kab. Pekalongan. 

Mereka dikukuhkan karena keikutsertaannya berperan dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan bayi baru lahir termasuk untuk program-program kesehatan yang lain, yang nantinya juga akan dikembangkan program-program diluar kesehatan yang menyentuh masyarakat. 
 
Sekretaris Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM yang pagi itu mewakili Bupati Pekalongan menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya pada semua pihak dan juga kader FMM atas keseriusannya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pekalongan. “Terimakasih kepada bapak dan ibu yang telah ikhlas meluangkan waktu untuk kegiatan ini. Ini pekerjaan yang luar biasa. Persoalan penyelamatan ibu dan bayi lahir merupakan tanggungjawab kita bersama, bukan hanya permasalahan pemerintah saja,” jelasnya. 
 
Lebih lanjut Sekda mengatakan bahwa program kegiatan FMM-KIA ini sangat luar biasa karena kegiatan ini yang akan menekan angka AKI di Kabupaten Pekalongan. “Kepada kader FMM KIA agar senantiasa berperan aktif dalam mencapai tujuan organisasinya, dan kuatkan jalinan kerjasama dengan semua pihak demi tercapainya tujuan FMM. ,” ajaknya. 
 
Kepada para camat diharapkan untuk memfasilitasi dan mendorong terbentuknya FMM tingkat kecamatan dan mendorong terbentuknya kader-kader motivator penyelamatan ibu dan bayi baru lahir hingga tingkat desa. “Kepada TP PKK agar terus aktif menggerakkan kader dan memberikan informasi kepada masyarakat dengan 1 ibu hamil 1 kader PKK desa,” tegasnya. 
 
Selanjutnya Kepala Puskesmas diharapkan untuk lebih aktif mensosialisasikan kesehatan bagi masyarakat terutama bagaimana memberikan informasi dan deteksi dini terkait resiko kehamilan dan memberikan pelayanan terbaik khsusnya bagi ibu hamil. “Lakukan upaya pencegahan kematian ibu melahirkan secara simultan agar jumlah AKI semakin kecil.” ujarnya.
 
Sementara itu dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa angka kematian ibu di Kabupaten Pekalongan menurun secara signifikan. “AKI  di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014 menduduki rangking ke 5 di Jawa Tengah dengan 39 kasus, dan per Agustus 2015 menduduki rangking 14 se Jawa Tengah dengan 12 kasus,” jelasnya.
Lebih baru Lebih lama