KAJEN – Untuk mensupport dan mendukung
program penyelamatan ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Pekalongan, Kamis
(27/8) pagi tadi 31 orang masyarakat yang terdiri dari lintas organisasi baik
organisasi keagamaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi dan Lembaga
Sosial Masyarakat dikukuhkan sebagai Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan
Ibu dan Anak (FMM-KIA) di Aula Lantai 1 Sektda Kab. Pekalongan.
Lebih
lanjut Sekda mengatakan bahwa program kegiatan FMM-KIA ini sangat luar biasa
karena kegiatan ini yang akan menekan angka AKI di Kabupaten Pekalongan. “Kepada
kader FMM KIA agar senantiasa berperan aktif dalam mencapai tujuan
organisasinya, dan kuatkan jalinan kerjasama dengan semua pihak demi tercapainya
tujuan FMM. ,” ajaknya.
Sementara
itu dr. Sutanto Setiabudi, M.Kes dalam laporannya menyampaikan bahwa angka
kematian ibu di Kabupaten Pekalongan menurun secara signifikan. “AKI di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2014
menduduki rangking ke 5 di Jawa Tengah dengan 39 kasus, dan per Agustus 2015
menduduki rangking 14 se Jawa Tengah dengan 12 kasus,” jelasnya.
Mereka
dikukuhkan karena keikutsertaannya berperan dalam penurunan Angka Kematian Ibu
(AKI) dan bayi baru lahir termasuk untuk program-program kesehatan yang lain,
yang nantinya juga akan dikembangkan program-program diluar kesehatan yang
menyentuh masyarakat.
Sekretaris
Daerah Dra. Mukaromah Syakoer, MM yang pagi itu mewakili Bupati Pekalongan
menyampaikan apresiasi dan rasa terimakasihnya pada semua pihak dan juga kader FMM
atas keseriusannya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten
Pekalongan. “Terimakasih kepada bapak dan ibu yang telah ikhlas meluangkan
waktu untuk kegiatan ini. Ini pekerjaan yang luar biasa. Persoalan penyelamatan
ibu dan bayi lahir merupakan tanggungjawab kita bersama, bukan hanya permasalahan
pemerintah saja,” jelasnya.
Lebih
lanjut Sekda mengatakan bahwa program kegiatan FMM-KIA ini sangat luar biasa
karena kegiatan ini yang akan menekan angka AKI di Kabupaten Pekalongan. “Kepada
kader FMM KIA agar senantiasa berperan aktif dalam mencapai tujuan
organisasinya, dan kuatkan jalinan kerjasama dengan semua pihak demi tercapainya
tujuan FMM. ,” ajaknya.
Kepada
para camat diharapkan untuk memfasilitasi dan mendorong terbentuknya FMM
tingkat kecamatan dan mendorong terbentuknya kader-kader motivator penyelamatan
ibu dan bayi baru lahir hingga tingkat desa. “Kepada TP PKK agar terus aktif
menggerakkan kader dan memberikan informasi kepada masyarakat dengan 1 ibu
hamil 1 kader PKK desa,” tegasnya.
Selanjutnya
Kepala Puskesmas diharapkan untuk lebih aktif mensosialisasikan kesehatan bagi
masyarakat terutama bagaimana memberikan informasi dan deteksi dini terkait
resiko kehamilan dan memberikan pelayanan terbaik khsusnya bagi ibu hamil. “Lakukan
upaya pencegahan kematian ibu melahirkan secara simultan agar jumlah AKI
semakin kecil.” ujarnya.
Tags:
Warta Kajen
