Sebelum
upacara berlangsung, panitia upacara menampilkan persembahan Kolaborasi gerakan
Karate oleh Perguruan Gojukai, Inkai dan Lemkari, Senam Artitik Kecamatan Doro,
serta Modern dance yang dibawakan oleh sanggar seni dan budaya “Pandhe Kreasi”
Karang taruna desa Podo Kecamatan Kedungwuni.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Imam Nahrawi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Bupati Pekalongan Drs.
A. Antono, MSi menyampaikan bahwa peringatan Haornas pada tanggal 9 September merupakan
salah satu momen bersejarah bagi dunia olahraga Indonesia. “Peringatan Haornas juga merupakan momentum yang
sangat tepat untuk selalu mengingatkan akan pentingnya meningkatkan budaya
olahraga di masyarakat sebagai pondasi utama untuk kembali meningkatkan dan
membangun keolahragaan nasional serta meningkatkan pola hidup sehat bugar bagi seluruh penduduk
Indonesia,” jelas Imam.
Menurut Menpora, sangat
diperlukan peran serta keluarga dalam membangun budaya olahraga yang dapat
dilakukan dengan menerapkan pola hidup aktif dalam aktivitas sehari – hari. “Secara
institusional peranan aparatur mulai dari RT, RW, Dusun, Desa, Kelurahan sampai
lembaga pemerintahan di daerah dan tingkat pusat sangat diperlukan, yaitu
dengan selalu mengedepankan edukasi kepada masyarakat kita akan arti pentingnya
berolahraga dalam kehidupan sehari–hari,” urainya.
Ditambahkan Imam, olahraga
adalah salah satu model sekolah kehidupan, olahraga dapat menjadi role model
untuk menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalam aktivitas olahraga,
seperti sportivitas, disiplin, kebersamaan, serta kebiasaan hidup aktif dan
sehat bagi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Olahraga juga merupakan
wahana untuk melaksanakan revolusi mental dan karakter bangsa Indonesia
sebagaimana terdapat dalam nawacita,”
jelasnya.
Lebih jauh Imam juga berharap melalui
olahraga kelak generasi muda akan menjadi
generasi yang tangguh, bugar, serta bebas dari narkoba. “Hal ini dapat terwujud
dengan konsistensi aktivitas olahraga secara bersama dan berkesinambungan,”
harapnya.
Sesuai dengan tema HAORNAS ke-32
Tahun 2015 tak lupa Imam juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia
untuk bersatu padu dan bersinergi dalam menggelorakan kembali semangat olahraga
yang telah dicanangkan tiga puluh dua tahun lalu. “Melalui Gerakan Memasyarakatkan
Olahraga dan Mengolahragakan masyarakat, mari kita jadikan olahraga sebagai
budaya dan gaya hidup masyarakat,” ajak Imam.
Pada kesempatan tersebut Menpora
juga mengajak seluruh Kepala Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk
menggelorakan budaya olahraga sampai lingkungan keluarga dan fokus dalam
pembinaan prestasi olahraga untuk 1 (satu) atau 2 (dua) cabang olahraga
unggulan daerah secara sistematis dan terukur untuk menjaring bibit olahragawan
berbakat yang potensial. “Tantangan olahraga Indonesia kedepan akan semakin
sulit tercapai tanpa kerja cerdas kita semua,” pesannya.
Diakhir sambutannya, Menpora
mengingatkan bahwa selama beberapa tahun kedepan, Indonesia dipercaya untuk
menjadi tuan rumah tiga event besar dunia yaitu The 6th TAFISA World
Sport for All Games 2016 di Jakarta yang akan diikuti oleh kurang lebih 110
negara serta The 18th Asian Games 2018 dan The 3rd Asian
Paragames 2018 di Jakarta dan Palembang. “Marilah kita bersama–sama bekerja
cerdas untuk harumnya nama bangsa dan negara Indonesia di mata Internasional,
serta menjadi momentum bangkitnya industri olahraga dan pariwisata tanah air
sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat,” ajaknya.
Tags:
Warta Kajen