KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi HIV/ AIDS kepada pelajar SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan. Seperti pada Selasa (24/11/2015) KPA Kabupaten Pekalongan melakukan sosialisasi di SMAN I Kesesi. Tampak hadir dalam sosialisasi Bupati Pekalongan Drs. H. Amat Antono, M.Si, perwakilan Dinas Kesehatan dan beberapa SKPD lainnya.
Bupati Antono selaku Ketua KPA, kepada ratusan siswa yang memenuhi aula sekolah SMAN I Kesesi, menyampaikan bahwa negara Indonesia pada tahun 2035 akan mendapat bonus demografi. Artinya pada tahun 2035 negara Indonesia penduduknya yang usia produktif dominan yakni sebesar 68%. Dimana pada tahun itu dan seterusnya orang Indonesia yang bekerja banyak sekali karena pada fase usia produktif. “Hal ini kalau dikelola dengan baik akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan bangsa. Tetapi sebaliknya dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar jika penduduknya tidak mempunyai ketrampilan, tidak mempunyai ilmu pengetahuan, tidak mempunyai semangat dan tidak mempunyai motivasi tidak akan membuat sejahtera tetapi sebaliknya akan menjadi beban, bahkan ancaman bangsa. Ini yang harus kita renungkan bersama,” terangnya.
“Salah satu ancamannya adalah penyakit yang mematikan itu yaitu HIV/AIDS. Sampai saat ini penyakit tersebut belum ditemukan obatnya. Oleh karena itu saya minta para pelajar ojo neko-neko,” lanjut Bupati.
Bupati menegaskan sebagai anak akan menjadi beban orang tua dan negara apabila tidak memiliki bekal. Maka dari itu bekali diri kalian dengan ilmu pengetahuan, dengan pendidikan yang baik. “Saya minta anak-anak untuk menggunakan waktu untuk belajar dengan baik. Saya minta anak-anak Kabupaten Pekalongan menjadi anak yang cerdas,” pintanya.
Di hadapan para siswa, Bupati Antono menginformasikan bahwa saat ini sebanyak 3,6 juta penduduk Indonesia terkena Narkoba, dimana sebanyak 22% nya adalah pelajar dan mahasiswa. Apa pintu Narkoba? Apa yang menyebabkan penyakit AIDS? Kata Bupati, pintu pertama ancaman penyakit Narkoba dan AIDS adalah rokok. Setelah rokok, pintu kedua penyakit Narkoba dan AIDS yaitu minuman keras.
Sementara itu, ketua penyelenggara sosialisasi, H. Taryudi dalam laporannya menyampaikan tujuan sosialisasi yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman yang komprehensif tentang HIV/ AIDS bagi pelajar SMA/SMK sehingga pelajar mampu menjauhi perbuatan yang dapat menimbulkan terjangkitnya penyakit HIV/ AIDS. Kemudian, tersosialisasikannya HIV/ AIDS di kalangan pelajar SMA/SMK se Kabupaten Pekalongan.
Peserta sosialisasi, kata Taryudi adalah siswa SMA kelas 12 dan pengurus OSIS yang berjumlah 250 anak. Dan Narasumber untuk memberikan sosialisasi yaitu Dinkes dan KPA Kabupaten Pekalongan.
Tags:
Warta Kajen

