KAJEN – Dalam
rangka untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang Program Kependudukan
Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bagi aparatur pemerintah
Desa/Kelurahan, Senin pagi (23/11) Pemkab. Pekalongan menggelar acara
Pergerakan Program KKBPK di Lini Lapangan bagi Kepala Desa/Kelurahan di wilayah
Kabupaten Pekalongan yang digelar di GPU Kajen.
Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, Msi dalam
sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan
pengakuan terhadap Kades/Kalur bahwa tugas dan fungsinya sangat diperlukan
untuk menggerakkan program kependudukan. “Saya sangat menyadari, tanpa peran
Kades/Kalur program-program yang ada tidak akan bisa terwujud dengan optimal,”
ujar Bupati.
Dengan kegiatan tersebut diharapkan akan
memberikan hasil yang memiliki pengaruh
besar terhadap pencapaian sasaran Program Kependudukan KB dan Pembangunan
Keluarga (KKBPK) di Jawa Tengah pada umumnya dan di Kabupaten Pekalongan pada
khususnya. Karena setelah kegiatan ini, setiap Kepala Desa/Kelurahan diharapkan
dapat mengambil kebijakan secara mandiri dalam mengelola potensi dan
pembangunan desa serta menerapkan pembangunan yang berwawasan kependudukan di
wilayah kerjanya.
Bupati Pekalongan Drs.H.A.Antono, Msi dalam
sambutannya saat membuka acara tersebut mengatakan kegiatan ini merupakan
pengakuan terhadap Kades/Kalur bahwa tugas dan fungsinya sangat diperlukan
untuk menggerakkan program kependudukan. “Saya sangat menyadari, tanpa peran
Kades/Kalur program-program yang ada tidak akan bisa terwujud dengan optimal,”
ujar Bupati.
Oleh karena itu Bupati mengharapkan para
Kades/Kalur untuk menyadari hal ini. “Saya minta, tolong disadari betul,
dipahami dan disyukuri bahwa tugas dan fungsi Saudara sangat strategis dan
sangat diperlukan sekali untuk membangun,” jelasnya.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kabupaten
Pekalongan tersebut mengatakan KB memang bukan program yang sesaat, tetapi
adalah program yang bermanfaat untuk masa mendatang. Dijelaskannya bahwa
terkait tahun 2035 sesuai data statistik Indonesia akan mendapat bonus
demografi yang artinya penduduk Indonesia usia produktif mencapai angka yang
cukup tinggi yaitu 68%, Menurutnya bila hal ini dipersiapkan dengan baik maka
akan menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat dan juga akan menjadi
kekuatan bangsa dan negara yang luar biasa.
“Karena bila tidak, kualitas manusia rendah, maka akan
menjadi ancaman bagi bangsa Indonesia. “Para Kepala Desa/Kelurahan ini adalah
salah satu harapan saya untuk ikut mempersiapkan sumber daya manusia dengan
baik,” harap Antono.
Sementara itu Kepala BPMPKB Kabupaten Pekalongan
Drs. Yoyon Ustar Hidayat, MSi dalam laporannya menyampaikan salah satu tujuan
kegiatan tersebut adalah untuk meningkatkan komitmen para aparatur Pemerintahan
Desa/Kelurahan dalam pelaksanaan program KKBPK sehingga dapat memberikan dampak
yang positif terhadap pencapaian sasaran program KKBPK di Kabupaten Pekalongan.
Ditambahkan Yoyon, kegiatan yang diikuti oleh 285
Kades/Kalur tersebut dilaksanakan selama satu hari (23/11) di Gedung Pertemuan
Umum (GPU) Kabupaten Pekalongan dengan materi yang disajikan Program KKBPK,
Mekanisme Operasional Program KKBPK di Lini Lapangan dan Penyusunan Rencana Anggaran
Program KKBPK di Desa Melalui Musrenbangdes.
Tags:
Warta Kajen
