KAJEN
-Banjir yang terus menggenangi rumah warga di desa tegal dowo kecamatan tirto kabupaten pekalongan selama 10 hari lebih,membuat warga kesulitan dalam beraktifitas sehari-hari,termasuk aktifitas belajar mengajar di Mi Salafiyah Tegal dowo.Para siswa dan siswi terpaksa belajar di masjid Al Ikhlas, karena ruangan terendam air.
Kepala
MI Salafiyah Tegaldowo Tirto, Nur Hidayah, mengatakan, siswa dipindahkan di Masjid Al Ikhlas sudah 10 hari karena hujan membuat genangan air di ruang kelas beserta halaman sekolahnya.
"Sudah
sekitar 10 hari ini kami melangsungkan kegiatan belajar mengajar di
sini (masjid). Senin (8/2) sudah sempat dibersihkan dan dipel, tapi
malah hujan lagi. Sehingga air masuk kelas lagi, jadi kami terpaksa
pindah ke sini. Mebel ada yang rusak, berkas anak-anak juga ada yang
kena air, tapi mudah-mudahan bisa dijemur," katanya Rabu (10/2) siang.
Saat
hari-hari biasa pada musim kemarau, lanjut dia, sekolah tersebut juga
terendam. Namun, air rob hanya menggenangi halaman sekolah dan tidak
masuk ruangan.
Jika
proses KBM dipaksakan dilakukan di ruang kelas, pihaknya khawatir para
siswanya bisa sakit. Sebab, sebagian siswa sudah ada yang tidak masuk
karena sakit.
"Semua
siswa kami pindah ke masjid, sebab kalau di ruang kelas mereka
menggigil,ini saja sudah ada yang izin karena demam.Mungkin karena di
sekolah terendam dan di rumah juga terendam," ungkapnya.
"Memang di dalam ruang kelas
kering. Namun halaman sekolah kan tetap terendam. Jadi mereka harus
lepas sepatu," jelasnya.
Sedangkan
untuk para siswa yang dipindah ke masjid, menurutnya proses KBM tidak
efektif. Sebab, otomatis tidak ada sekat antara kelas.
"Yang
dipindah ke masjid kan kelas 1-5. Jadi ramai antar kelas terdengar,
agak mengganggu. Total siswa kami sekitar 100 orang termasuk kelas enam
10 siswa," terangnya.
Pihaknya
berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan
sekolah tersebut. Sehingga siswa bisa kembali belajar dengan normal.
"Kami
sudah pernah mengajukan bantuan ke Kemenag tahun 2015, tapi
katanya belum ada anggaran. Semoga segera ada bantuan, jadi bisa kami
tinggikan agar anak-anak tidak perlu melepas sepatu saat sekolah,"
harapnya.
Salah
seorang siswa bernama Gacoro Sudiarto, juga berharap sekolahnya segera
diperbaiki. Sehingga, dia bersama dengan teman-temannya bisa belajar
dengan normal.
Tags:
Warta Kajen