KAJEN - Meski tidak mencapai 100 persen, namun masyarakat sangat
antusias untuk menyaksikan Gerhana Matahari sebagian atau GMS di Kota Pekalongan,pasalnya Gerhana matahari di Kota Pekalongan hanya mencapai sekitar
83 persen.
Sebagian warga melihat gerhana matahari di depan halaman rumah masing-masing dengan menggunakan klise atau negative foto kamera analog.
Sementara itu Kamus Sekolah Tinggi
Agama Islam Negeri (STAIN) Kota Pekalongan, terutama sejumlah mahasiswa yang
tergabung dalam himpunan mahasiswa program studi hukum keluarga islam
(HMPS HKI) melakukan observasi terhadap GMS dengan menggunakan dua
teleskop khusus.Sementara puluhan mahasiswa lain yang penasaran berkerumun di lantai 3 Gedung B Kampus STAIN Kota Pekalongan untuk
menyaksikan hasil pengamatan yang dilakukan oleh HMPS HKI tersebut.
Ketua
HMPS HKI STAIN Kota Pekalongan, Syarifudin, mengatakan, pihaknya bisa
dengan mudah melakukan pengamatan GMS. Sebab, cuaca Kota
Pekalongan cerah.
Menurutnya,GMS tersebut menambah pengetahuan terkait gerhana
matahari bagi mereka. Selain itu, dia dan
teman-temannya menjadi lebih terlatih menggunakan alat-alat untuk
melakukan observasi tata surya.
"Tadi
dua teleskop, tapi yang dimasukan layar hanya satu teleskop. Dan
satunya dipakai untuk pengamatan, sebab ada kesalahan lensanya. Sehingga
tidak bisa dimasukkan dalam layar," terangnya.
Dijelaskan olehnya,
puncak terjadinya GMS di Kota Pekalongan yakni pada pukul 07.05 WIB.
Namun GM di Kota Pekalongan tidak mencapai 100 persen.
"Gerhana matahari total di sini tadi mencapai sekitar 83%. Jadi tidak 100%," jelasnya.
Selain
melihat GMS di Kota Pekalongan, warga setempat juga melakukan sholat
gerhana matahari. Hampir di seluruh masjid di Kota Pekalongan menggelar
solat gerhana matahari.
Tags:
Warta Kajen