Enam SMK Dan Satu SMA Di Kabupaten Pekalongan Laksanakan UN Berbasis Komputer

KAJEN - Sebanyak tujuh sekolah tingkat SMA di Kabupaten Pekalongan pada 2016 ini melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau secara online yaitu menggunakan sistem computer based test (CBT).
 
 
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Dra. Sri Sugiarti atau yang akrab disapa titik mengatakan ke tujuh sekolah tingkat SMA itu, yaitu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Kedungwuni, SMK N Karangdadap, SMK N Sragi dan SMK N Lebakbarang. Adapun untuk SMK swasta hanya SMK Muhammadiyah Bligo dan SMK Muhammadiyah Kajen. Kemudian ditambah SMA yaitu SMA1 Kajen.


"Yang menggunakan CBT ada tujuh,enam dari SMK dan satu dari SMA,yaitu sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) Kedungwuni, SMK N Karangdadap, SMK N Sragi dan SMK N Lebakbarang. Adapun untuk SMK swasta hanya SMK Muhammadiyah Bligo dan SMK Muhammadiyah Kajen. Kemudian ditambah SMA yaitu SMA1 Kajen."


Dikatakan, dari 32 SMK di Kabupaten Pekalongan yang dinyatakan lolos verifikasi serta layak menggelar ujian nasional secara online hanya enam SMK saja. Dua SMK swasta dan empat SMK negeri. Persyaratan Selanjutnya, dari 16 SMA yang ada, baru satu yang siap melaksanakan ujian dengan sistem CBT.Kendati demikian, jumlah pelaksana ujian nasional CBT pada UN 2016 meningkat bila dibanding tahun 2015 yang mana hanya empat sekolah saja yaitu SMK N Kedungwuni dan SMK N Sragi. Kemudian dari kalangan swasta SMK Muhammadiyah Bligo dan SMK Muhammadiyah Kajen. 

 
Dia menjelaskan, persyaratan agar bisa menggelar ujian nasional secara online sebagaimana yang telah ditetapkan. Beberapa persyaratan itu di antaranya sekolah memiliki petugas laboratorium komputer. Perbandingannya, yaitu satu banding tiga atau satu komputer untuk tiga peserta UN. Misalnya, jika jumlah peserta UN 120 orang, maka jumlah komputer yang harus tersedia minimum 40 unit. 
 
 
Syarat lain, sekolah mampu menyediakan sarana komputer dengan spesifikasi (minimal) sesuai yang telah ditentukan oleh Puspendik. ”Semua sekolah pelaksana CBT tahun ini komputernya sudah mencukupi dan memiliki jaringan internet,” ungkapnya. Sistem UN CBT ini, kata Titik, baik untuk objektivitas jawaban peserta UN. Selain itu, sebagai pemanfaatan kemajuan teknologi. Ia berharap, ke depan semua sekolah di Kabupaten Pekalongan dapat melaksanakan UN dengan sistem CBT. 


Adapun untuk SMA yang mengikuti Ujian Nasional non komputer soal-soalnya dijaga ketat oleh Aparat Polres Pekalongan.


"Untuk distribusinya pas hari sabtu naskah dari provinsi datang kemudian kita simpan diposko,dan tadi pagi subuh dari sekolah-sekolah datang mengambil ke posko,dari posko ke sekolah tidak ada pengawalan.kalau dari semarang atau provinsi ke posko kita dikawal ketat dari tim dan aparat,kemudian di posko dijaga ketat dari Polres pekalongan selama UN berlangsung."


Titik juga menjelaskan untuk pengawas UN  dilakukan silang antar sekolah sekabupaten pekalongan.
(R-N)


Lebih baru Lebih lama