Disela-sela kunjungannya Fadia mengatakan adanya kekurangan soal di salah satu sekolah dikabupaten pekalongan.
"Hari ini ada kekurangan soal mencapai 30 naskah soal di salah satu sekolah,ini memang kesalahan dari provinsi,karena soal (rahasia) sehingga tidak dibuka,ternyata pas UN dibuka kurang 30 peserta,tapi sekarang sudah tercover dengan diambilkan soal dari sekolah-sekolah yang kelebihan (naskah soal)."
“Saya
harapkan anak-anak dalam mengerjakan soal UN dengan teliti, jangan buru-buru. Percayalah
pada dirimu sendiri dan pada akhirnya kita pasrahkan kepada Allah SWT untuk
hasilnya,” pintanya.Sekolah lain yang pantau Wakil Bupati Fadia Arafiq yaitu SMK I Kedungwuni. Seperti halnya di SMA I Bojong, di SMK I Kedungwuni Wakil Bupati juga disambut langsung oleh Kepala Sekolah Drs. Rose Kamto, M.Si. SMK I Kedungwuni merupakan salah satu dari 7 sekolah yang melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) atau secara online yaitu menggunakan sistem computer based test (CBT).
Dari dua sekolah yang didatangi, kata Wakil Bupati, tidak ada yang mengalami kendala. Hasil pengamatannya hari kedua tidak ada siswa yang tidak hadir, semuanya datang.
"Semua lancar tidak ada kendala,untuk sitem CBT juga sudah ada antisipasi berupa diesel jika ada kendala listrik mati." (R-N)
Tags:
Warta Kajen
