AKP Didi Dewantoro,Kasatlantas
Polres Pekalongan mengatakan, tim urai disiapkan di
sejumlah titik di jalur pantura Kabupaten Pekalongan untuk
mengantisipasi terjadinya kemacetan di jalur tersebut. Sebab, hingga
kemarin masih dilakukan pembongkaran Jembatan Sipait.
"Total
jajaran yang disiapkan sekitar 450 personil. Namun yang kami siagakan
tim urai sekitar 20 personil di jembatan Sipait ini. Mereka akan standby
24 jam untuk mengatur arus lalulintas di sini," ujarnya.
Dijelaskan,
jembatan Sipait B tersebut diperkirakan sudah siap pada H-7. Jika
jembatan Sipait B tersebut sudah bisa difungsikan, akan lebih
mempermudah lalulintas pada jalur tersebut.
"Jika
nanti memang sudah bisa difungsikan, akan kami lihat kondisi arus mudik
nanti. Kemungkinan akan kami gunakan sistem 3-1, yakni dengan
memprioritaskan kendaraan dari arah barat/Jakarta, menggunakan jembatan
darurat untuk kendaraan ringan, jembatan Sipait B dan contra flow
jembatan Sipait A," jelasnya.
Namun,
lanjut dia, jika masih tidak memungkinkan, pihaknya akan membuka jalur
alternatif untuk mengurai kemacetan pada titik tersebut. Pihaknya
mengaku akan berkoordinasi dengan Polres Pemalang untuk membuka jalur
alternatif.
"Kami
juga sudah siapkan jalur alternatif sisi selatan, yakni melalui Comal
(Pemalang)-Sragi-Bojong-Kedungwuni-Ponolawen dan kembali ke jalur
pantura Kota Pekalongan dengan panjang sekitar 27 Km. Tapi kebanyakan
pemudik lebih suka melalui jalur pantura, namun jalur alternatif tetap
kami siapkan," terangnya.
Menurutnya,
saat ini jalur alternatif masih dilakukan peningkatan jalan yakni di
jalur Sragi. Namun pihaknya memastikan jalur tersebut tak lama lagi
sudah siap.
"Kami perkirakan H-7 semua sudah siap. Termasuk rambu-rambu juga sudah terpasang," ungkapnya.
Tags:
Warta Kajen