KAJEN - 12 orang menjadi korban ledakan petasan ukuran besar di Kelurahan Banyurip, Kecamatan Pekalongan Selatan. Rencananya, petasan tersebut disiapkan untuk merayakan tradisi Syawalanpada rabu (13/7).
Para
korban ledakan petasan tersebut tersebar di tiga rumah sakit terdekat,
yakni RSUD Bendan, RSUD Kraton, dan RS HA Djunaid. Namun, korban di RSUD
Bendan dan RS HA Djunaid sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan.
Sementara enam korban di RSUD Kraton, masih mendapatkan perawatan
intensif RSUD Kraton. Bahkan satu diantaranya masih diruang ICU untuk
dilakukan tindakan operasi.
Petugas
IGD RSUD Bendan, Chisnaini, mengatakan, tiga korban ledakan petasan
tersebut masuk ke rumah sakit setempat pada Rabu dini hari sekitar pukul
00.45 WIB. Namun ketiganya sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga.
Sebab, ketiganya hanya mengalami luka ringan.
Sementara
itu, dokter jaga IGD RSUD Kraton, Ihwanudin Hanif, mengatakan, enam
korban dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 01.05 WIB dini hari diantar
keluarganya. Lima korban diantaranya sudah masuk ke ruang perwatan, dan
satu korban masih di ruang ICU.
"Identitas
korban yang paling parah yakni M. Ihwanul Khirom, 18. Kondisinya korban
Khirom, mengalami luka bakar 38-45 persen, dan berada pada grade dua
dan tiga," katanya.
Lebih
lanjut dikatakan, Ihwanul Khirom akan segera dilakukan operasi. Sebab,
korban tersebut mengalami patah kaki sebelah kanan.
"Jadi akan mendapatkan penindakan dari dokter bedah. Sedangkan luka bakarnya hampir merata dari luar dan dalam," jelasnya.
Terpisah
Kapolresta Pekalongan, AKBP Enrico Sugiharto Silalahi, membenarkan
kejadian tersebut.Pihaknya mengaku sudah mendapat laporan jumlah korban ledakan petasan
tersebut yakni mencapai 12 orang. Namun, para korban ledakan petasan
tersebut hingga kemarin belum bisa dimintai keterangan.
Tags:
Warta Kajen
