Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten
Sukabumi menyebutkan, kasus DBD dalam tujuh bulan terakhir tercatat
sebanyak 1.254 kasus. Ribuan kasus tersebut tersebar di sejumlah wilayah
seperti Kecamatan Cicurug, Cibadak, Nagrak, Cisaat, Parungkuda, dan
Palabuhanratu.
"Kasus DBD tinggi terutama pada Januari
dan Februari,’’ terang Kepala Seksi Pengendalian Penyakit, Dinkes
Kabupaten Sukabumi Rika Mutiara kepada wartawan Rabu (3/8). Pada bulan
Januari kasus DBD mencapai sebanyak 286 kasus yang terdiri atas 107
positif DBD dan 179 suspect.
Berikutnya pada Februari kasus melonjak menjadi 373 kasus. Rinciannya, sebanyak 186 DBD dan sisanya 187 suspect.
Sementara pada bulan selanjutnya mengalami penurunan dan hanya
mengalami kenaikan pada Mei yakni sebanyak 167 kasus dengan 102 DBD dan
65 suspect.
Menurut Rika, sebaran kasus DBD masih
didominasi di daerah perkotaan yang padat penduduk seperti Kecamatan
Cicurug. Meskipun daerah selatan seperti Palabuhanratu juga mulai
terdapat kasus DBD.
Rika menuturkan, kasus DBD tinggi
terutama terjadi pada waktu intensitas hujan cukup tinggi. Di mana, pada
saat itu banyak genangan air yang menjadi tempat berkembangbiaknya
nyamuk.‘’ Pada momen peralihan musim seperti saat ini juga rawan
meningkatkan kasus DBD,’’ terang Rika.
Oleh karena itu warga diminta untuk
meningkatkan upaya pencegahan dengan menggalakn perilaku hidup bersih
dan sehat (PHBS) di lingkungannya masing-masing.Selain itu kata Rika,
dengan melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Caranya
dengan menguras, menutup, dan mengubur atau menimbun tempat penampungan
air yang menjadi media berkembangbiaknya nyamuk. (Sumber:Republika)
Tags:
Nasional